MAKASSARMETRO– Suhu dingin 16 derajat celcius menusuk hingga pori – pori peserta Rakorsus (Rapat Kordinasi Khusus) Pemerintah kota (Pemkot) Makassar di Hotel Sheraton, Rabu, 8 Februari 2017.

Waktu menunjukkan Pukul 23.04 Wita, diskusi masih berlangsung hangat memanaskan ruangan yang terasa gigil. Kelompok 10 yang digawangi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bersama 20 SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) ditambah kecamatan, Perusahaan daerah (Perusda), dan Tim Pro memaparkan strategi Pemkot Makassar mendongkrak pendapatannya.

Kepala Bapenda Makassar Irwan Rusfiadi Adnan membuka presentasinya dengan memperkenalkan Smart Touch, dan Smart Tax sebagai jurus pamungkas agar pendapatan Pemkot Makassar mencapai target yang ditetapkan.
Smart Touch dikatakan Irwan, menempatkan pemerintah dan masyarakat sebagi subyek perputaran ekonomi di Makassar. “Ada enam bagian dalam Smart Touch ini,” sebut Irwan.
Bagian pertama, efektifitas pelaksanaan kegiatan yang menunjang pelayanan administrasi pengelolaan pendapatan, dan keuangan daerah secara optimal. Cara ini, jelas Irwan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam transaksi pajak yang dibayarkan ke kas pemerintah kota beserta kemudahan dalam pengelolaannya dari sisi administrasi.
Bagian kedua, peningkatan kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan pendapatan dan keuangan daerah. Ketiga, KISS (Kordinasi, Integrasi, Simplikasi, dan Sinkronisasi). Keempat, peningkatan kapasitas dan pengembangan SDM.
Kelima, optimalisasi pemanfaatan sumber pendapatan dan penguatan kelembagaan pendapatan daerah. Pada bagian ini, BPD bersama SKPD terkait
memaksimalkan seluruh potensi pendapatan yang dapat diraup oleh pemerintah kota. Potensi pendapatan yang selama ini cenderung tak terjamah akan mulai digarap oleh dinas terkait.
Bagian keenam, laskar peduli pajak. Keberadaan laskar peduli pajak patut diwaspadai oleh mereka yang selama ini doyan mangkir dari kewajibannya membayar pajak, utamanya bagi para pemilik usaha. Pemkot Makassar tak akan sungkan mencabut izin usaha dari perusahaan yang terbukti membandel.
Strategi kedua yang akan diterapkan oleh BPD adalah Smart Tax yang menerapkan pengadaan atau pemeliharaan sistem aplikasi online terpadu.
“Potensi pendapatan Makassar sangat besar dan itu harus kita maksimalkan,” kata Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto usai pemaparan kelompok 10.
Ada tiga jenis pendapatan bagi Pemkot Makassar. Dana yang berasal dari PAD (Pendapatan Asli Daerah) diantaranya berupa pajak daerah, dan retribusi daerah. Dana perimbangan diantaranya bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Sumber pendapatan yang ketiga berasal dari pendapatan daerah lainnya yang sah seperti dana hibah, dan dana darurat.
Dari ketiga jenis pendapatan itu, tahun 2017, Pemkot Makassar memproyeksikan jumlah pendapatannya sekira Rp 3.9 Triliun. Potensi pendapatan yang selama ini belum terkelola secara maksimal akan ditingkatkan di tahun 2017 agar target yang dipatok dapat tercapai.
Wali Kota Tantang Lulusan Teknik Elektro, Tak Sekadar Cari Kerja, tapi Ciptakan Lapangan Kerja
Rabu, 23 September 2026 12:05
Kemarau Panjang, PDAM Makassar Bergerak Salurkan 4,56 Juta Liter Air Bersih untuk Masyarakat
Selasa, 22 September 2026 21:36
Tak Mau Kebijakan Berbasis Asumsi, Appi Akan Perkuat ASN Makassar dengan Keahlian Statistik
Senin, 21 September 2026 22:03
Munafri Bangun Ekosistem Ekonomi Sirkular melalui Sekolah dan Bank Sampah
Senin, 21 September 2026 22:00
Wali Kota Munafri Dorong Muslimat NU Jadi Penggerak Gerakan Pilah Sampah di Makassar
Minggu, 20 September 2026 20:43
Aliyah Mustika Ilham Ajak Lulusan Poltekpar Makassar Jadi Talenta Unggul Industri Pariwisata
Sabtu, 19 September 2026 23:01
Titip Pesan ke Wisudawan STIM-LPI, Appi: Jaga Integritas dan Nama Baik Almamater
Sabtu, 19 September 2026 20:14
Aliyah Mustika Ilham: Pencegahan HIV-AIDS Butuh Kolaborasi dan Kepedulian Bersama
Kamis, 17 September 2026 21:25