DPRD Makassar Gelar Diskusi, Bahas Standar Pelayanan dan Perlindungan Perawat

Kamis, 09 Maret 2017 14:42 WITA Reporter :
DPRD Makassar Gelar Diskusi, Bahas Standar Pelayanan dan Perlindungan Perawat

MAKASSARMETRO– Sekretariat DPRD Kota Makassar melalui Sub Bagian Humas DPRD Makassar menggelar “Program kemitraan anggota DPRD Kota Makassar bersama masyarakat” yang kembali dikemas dalam diskusi interaktif ,di pelataran parkir Kampus AKPER YAPMA Jalan Maccini Raya Makassar, Kamis (09/03/2017)

Kegiatan kali ini dibuka oleh Wakil Ketua III DPRD Makassar, Indira Mulyasari (F-Nasdem) dan menampilkan narasumber masing-masing Ketua Komisi D DPRD Makassar, Mudzakkir Ali Djamil (F-PKS) , Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Makassar, Tasmin, Direktur Akper Yapma, Asriadi Lande dan acara ini dimoderatori oleh Sylvana Dunggio.

Dialog interaktif yang bertemakan “Standar Pelayanan Keperawatan dan Perlindungan Tenaga Perawat” ini merupakan sosialisasi rencana pembahasan program legislasi daerah (Prolegda).

Dalam kesempatan ini Indira Mulyasari mengatakan saat ini kita rencana bahas Perda tentang perlindungan perawat yang tahun ini kita masukan di Prolegda

“Perda tentang perlindungan perawat tahun ini akan kami bahas, sebagai bentuk perlindungan bagi perawat,” Kata Indira.

Sementara itu, Ketua Komisi D, Mudzakkir Ali Djamil mengatakan bahwa tenaga perawat memang sangat membutuhkan regulasi yang mengatur tentang perlindungan profesi tersebut.

“Karena tenaga kesehatan khususnya perawat sangat dibutuhkan dari segi kualitas dan kompetensinya,” ungkap Muda, sapaan akrab dari Legislator dari Partai PKS ini.

Dia menambahkan, masih banyak perawat berstatus tenaga kontrak dan masih bisa di hitung berapa besar perawat yang diterima setiap tahunnya. Sementara itu, lanjutnya, perawat sangat dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

“Makanya kita mendorong Perda tentang perlindungan perawat,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan, Tasmin mengatakan, bahwa tenaga kesehatan harus berimbang dengan peningkatan jumlah penduduk.

“Kalau penduduk bertambah, maka diharaokan juga perawat yang berkompeten. Apalagi kan pertumbuhan penduduk sangat meningkat derastis dan peningkatan pasien,” ungkapnya.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca