Budaya Membaca dan Manfaatnya Di Mata Penggiat Literasi Makassar

Kamis, 23 Maret 2017 22:47 WITA Reporter :
Budaya Membaca dan Manfaatnya Di Mata Penggiat Literasi Makassar

MAKASSARMETRO– Masifnya gerakan gemar membaca dan gerakan literasi merupakan sinyal bagi pemerintah untuk bergegas menyambutnya. Saat diwawancarai oleh makassarmetro.com, Kamis (23/3/2017), salah satu penggiat literasi, Bahrul Amsal mengatakan Makassar menuju Kota Dunia harus didukung oleh budaya baca tulis agar dapat diukur sebagai pusat kemajuan.

“Budaya baca tulis bukan hal yang baru bagi Makassar. Apalagi tercatat dalam sejarah salah satu warisan literasi Makassar yang mendunia seperti I Lagaligo,” ungkap Bahrul Amsal.

Pendiri Ruang Abstrak Literasi, Ferdhyadi menjelaskan kepada makassarmetro.com, bahwa dia sementara menjalankan program yakni Lapak Baca Pesisir yang bertujuan menumbuh kembangkan minat baca bagi anak-anak dan pemuda di Kecamatan Tallo. Di mana partisipasi pendidikan rendah, semangat belajar dan semangat membaca yang rendah

“Kehadiran Lapak Baca Pesisir bukan hanya meningkatkan minat baca tulis anak-anak dan pemuda, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan identitas masyarakat,” jelas Ferdhyadi yang juga mendirikan perpustakaan swakelola di Jln. Sultan Alauddin.

Ferdhyadi menambahkan bahwa membaca memiliki banyak manfaat bagi anak-anak dan pemuda. Salah satunya untuk meningkatkan proses perkembangan berpikir anak ke arah yang positif.

“Kendala yang kerap mengganjal yakni soal sarana prasarana yang kurang bagi anak-anak yang masuk kategori miskin. Kami tidak bergantung pada pemerintah, namun kita menginginkan pemerintah untuk lebih banyak lagi memberi fasilitas bacaan yang menarik dan terjangkau,” pungkasnya.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca