Ini Upaya Ketua YAMA Makassar Dalam Melestarikan Seni Budaya Sulsel

Sabtu, 25 Maret 2017 12:04 WITA Reporter :
Ini Upaya Ketua YAMA Makassar Dalam Melestarikan Seni Budaya Sulsel

MAKASSARMETRO– Walau sudah berusia lebih dari setengah abad, Yayasan Anging Mammiri (YAMA) Makassar tetap menunjukkan eksistensinya dalam pelestarian seni budaya Sulawesi Selatan hingga kini. Tidak terhitung prestasi yang YAMA torehkan, bahkan hingga kancah internasional.

Ketua YAMA Iin Joesoef Madjid
yang akrab disapa Bu Iin membeberkan rahasia mengenai cara membesarkan dan merawat YAMA sehingga mampu eksis dan produktif hingga saat ini.

“Kami kemas kesenian lokal Sulawesi Selatan sesuai perkembangan zaman, tanpa harus mengurangi bahkan menghilangkan ciri khas tradisionalnya,” jelas Bu Iin, yang merupakan putri dari pendiri YAMA, Hj. Idah Joesoef Madjid dan Ahmad Riva.

Bu Iin melanjutkan, saat ini di sanggar yang dibinanya musik pengiring tradional sudah mulai dipadukan dengan instrumen musik modern seperti, biola dan saxophone. Inovasi-inovasi serta variasi dalam kesenian memang sangat dibutuhkan.

“Contoh, tarian 4 etnis yang diciptakan ibu saya telah memiliki 3 variasi selama saya menjadi ketua YAMA. Untuk variasi selanjutnya saya akan eksplor lebih jauh lagi kebudayaan di Sulawesi Selatan. Selain itu, akan dipadukan dengan IT,” ungkapnya

YAMA yang didirikan 27 Mei 1964 silam memang dikenal sebagai pusat pembinaan kesenian tradisional di Makassar, baik tarian maupun musik. YAMA sendiri telah membina dan melahirkan ribuan seniman, bahkan alumninya mampu mendirikan sanggar kesenian sendiri.

“Tidak gampang untuk menjaga dan merawat suatu organisasi, dibutuhkan loyalitas dan totalitas,” aku Bu Iin yang telah melanglang buana melalui seni tari.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca