Ketua Pokja Bulo Beberkan Job Description SKPD Terkait BULo
MAKASSARMETRO– BULo (Badan Usaha Lorong) adalah program inovasi Walikota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto untuk mendukung dan mengakselerasikan program yang sudah berjalan, yaitu membangun dan memaksimalkan peran lorong-lorong.
Lorong Garden (Longgar) sudah berjalan dengan membenahi lorong menjadi indah dan hijau melalui tanaman dan bunga-bunga, maka BULo mengakselerasikan fungsi dan peran lorong-lorong yakni menanaminya dengan tanaman komoditas produktif yang memberi nilai ekonomi, yakni cabai.
Pemilihan tanaman cabai tidak terlepas dari pada nilai ekonomisnya dan dianggap sebagai salah satu penyumbang inflasi.
“Jika program ini berjalan maksimal maka akan menuntaskan persoalan ekonomi bahkan permasalahan sosial. Karena BULo dilaksanakan oleh komunitas atau kelompok masyarakat yang ada di lorong,” ungkap Ketua Pokja Bulo, Dr Sakka Pati
Dr. Sakka Pati menambahkan bahwa untuk tahun 2017 terdapat 500 lorong yang akan berkoordinasi dengan beberapa SKPD terkait, seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Koperasi, dan Dinas Perdagangan.
Sakka Pati juga mengemukakan pembagian wilayah kerja SKPD tersebut, sebagai berikut:
1. Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar sebagai penanggung jawab budidaya cabai mulai dari pembenihan, penyemaian, pemupukan, pemeliharaan dan panen bentuk dukungannya adalah membentuk dan memverifikasi kelompok tani lorong (Poktan rong) dengan syarat 1 Poktan minimal 20 KK. DKP juga bertanggung jawab melakukan pendampingan terhadap prosesnya dengan menugaskan penyuluh pertanian dan mahasiswa pertanian
2. Dinas Koperasi sebagai penanggung jawab kelembagaannya dengan membuatkan Koperasi Poktan rong tersebut di 14 kecamatan dan bertugas membantu dalam pengembangan usahanya.
3. Dinas Perdagangan bertanggung jawab atas pengolahan, pemasaran/distribusi dan industrinya,
Demikian juga SKPD lain, para camat dan lurah didorong untuk memfokuskan dan membantu pengembangan BULo sesuai tupoksinya masing-masing. Sehingga pada akhirnya jika semua stakeholder terlibat, khususnya masyarakat berpartisipasi aktif maka program ini menjadi solusi tepat untuk mewujudkan Makassar dua kali tambah baik.