Program Three Ends Kementerian PPPA Sejalan Dengan Program Pemkot Makassar Yang Sementara Berjalan

22 Apr 2017 15:57
Author: adminmmetro

MAKASSARMETRO– Walikota Makassar, Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto mengatakan bahwa Makassar sudah siap, bahkan “on the track” terkait program Three Ends milik Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) RI. Hal tersebut disampaikannya saat tampil sebagai keynote speaker dalam seminar yang merupakan rangkaian Jelajah Three Ends oleh Kemen PPPA RI di Hotel Aryaduta, Sabtu (22/4/2017).

Program Three Ends yang meliputi akhiri kekerasan pada perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia dan akhiri ketidakadilan akses ekonomi bagi perempuan, dinilai Danny Pomanto sejalan dengan program-program Pemerintah Kota Makassar yang telah berjalan.

“Terkait kekerasan pada anak dan perempuan, jika PPPA akan membentuk Satgas. Kota Makassar sudah memiliki 6000 Ketua RT/RW yang memiliki fungsi pengawasan dan dapat secara real time melaporkan melalui android yang akan dibagikan, yang dilengkapi program PPPA,” terangnya.

Danny menambahkan bahwa pemantauan dan pelaporan oleh Ketua RT/RW ini dapat mendeteksi sedini mungkin sehingga dapat ditangani secepat dan semaksimal mungkin.

Selain itu, Danny melanjutkan akan mencanangkan program Gerakan Jagai Anakta. Sebab tumbuh kembang anak meliputi 3 aspek yakni, lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan sosial. Sehingga upaya pencegahan akan melibatkan semua pihak, agar bersama-sama menjaga termasuk kemungkinan human traficking atau perdagangan manusia.

“Makassar mengembangkan smart city secara detail, diantara 9 indikator, setiap RT dan RW harus memiliki fungsi sebagai sensor sosial dalam monitoring sehingga persoalan kependudukan dapat terpantau,” papar Danny.

Danny menjelaskan bahwa sistem kependudukan Kota Makassar terpantau secara real time berdasarkan laporan dari RT dan RW. Baik jumlah kelahiran, kematian bahkan perpindahan penduduk dapat terpantau di War Room.

Kepada hadirin, Danny Pomanto memaparkan bahwa kses ekonomi di Makassar tergolong berkeadilan terhadap perempuan, bahkan keterlibatan dan partisipasi perempuan dalam program Badan Usaha Lorong (BULo) menembus angka 90 %.

“Program BULo memberikan ruang bagi ibu-ibu dalam berusaha dan berkegiatan tanpa mengesampingkan urusan keluarga, sebab pusat kegiatan ekonomi ada di lorongnya masing-masing,” pungkasnya.

Bahkan, Danny Pomanto mengakui bahwa keberhasilan Kota Makassar sebab besarnya peran perempuan di dalam perencanaan hingga pelaksanaan, baik di pemerintahan maupun masyarakat.

Berita Terkini