Ketua PKK Makassar Mengaku Senang Diundang Oleh Gallarang Appaka

Kamis, 04 Mei 2017 18:46 WITA Reporter :
Ketua PKK Makassar Mengaku Senang Diundang Oleh Gallarang Appaka

MAKASSARMETRO– Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail menghadiri undangan Keluarga Besar Gallarang Appaka pada Acara Syukuran Adat Tompo Kanre Karaeng Loe Ri Bira yang diadakan di Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea. Kamis (4/5/2017).

Ketua Dewan Pembina Kompol Amran Allobaji Tetta Sau dalam sambutannya menyampaikan bahwa tanah tersebut milik leluhur mereka.

“Olehnya kami berterima kasih kepada pihak Kima atas di Kembalinya tanah ini kepada kami dimana terdapat Makam Raja Bira dan istrinya,” ungkap Amran Allobaji.

Dalam sambutannya, Indira Yusuf Ismail mengaku sangat senang menghadiri acara tersebut. Menurutnya, keberadaan warga adat Gallarang Appaka (Bira, Biringkanaya, Sudiang, Moncongloe) sangat penting untuk menjaga tanah leluhur peninggalan Kerajaan Bira

“Alhamdulillah, dalan kegiatan ini diberi kesempatan bersilaturahmi bersama warga adat Gallarang Appaka. Tanah leluhur Kerajaan Bira tentu harus dilestarikan dipelihara dengan baik,” terangnya.

Indira Yusuf berharap agar warga, terutama keturunan dari Kerajaan Bira tetap konsisten menjaga dan memelihara tanah leluhurnya. Dia bahkan meinginkan warga untuk mulai menata lingkungan agar lokasi tersebut dapat dijadikan situs sejarah.

“Mohon kebersihannya dijaga dan harus ditata lebih baik lagi. Semoga ke depan dapat menjadi situs adat, sebagai lokasi bersejarah yang berpotensi menjadi tujuan pariwisata,” harap Indira.

Indira juga mengaku baru pertama kali menghadiri kegiatan seperti ini dan sangat bersyukur dapat melihat langsung pesta panen ini.

“Harapan saya ke depan lebih baik lagi, beliau juga berpesan agar tempat ini dirawat dengan baik,” ujar Indira Yusuf Ismail yang juga istri walikota Makassar

Acara ini juga dihadiri oleh Camat Tamalanrea, Kaharuddin Bakti, Lurah se Kecamatan Tamalanrea, anggota DPRD Makassar, H. Syarifuddin Badollahi, Ketua TP PKK Tamalanrea, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, beberapa pimpinan perusahaan serta warga setempat.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca