Camat Tamalate I’tikaf di Markas LDII

16 Jun 2017 04:50
Author: adminmmetro

MAKASSARMETRO– Camat Tamalate Hasan Sulaiman bersama Jajarannya melaksanakan Ibadah I’tikaf Malam Lailatul Qadar di Lembaga Dakwa Islam Indonesia (LDII) Masjid Nurul Huda Kelurahan Mannuruki Kecamatan Tamalate Kota Makassar, Jumat (16/06/2017).

Dalam sambutannya Camat Tamalate Hasan Sulaiman mengatakan, bahwa malam lailatul qadar adalah bulan yang sangat spesial bagi umat Islam, yakni sama dengan amalan seribu bulan, pungkasnya.

Hasan melanjutkan bahwa pada 10 malam terakhir, para malaikat akan lebih banyak turun ke dunia dikarenakan melimpahnya berkah pada malam tersebut, karena malaikat akan turun seiring turunnya berkah, yaitu keselamatan yang ditebarkan hingga terbitnya fajar.

“Seluruh kebaikan terkandung dalam malam tersebut, tidak ada keburukan hingga terbitnya fajar,” ungkap Hasan.

“Untuk itu mari kita manfaatkan 10 hari terakhir Ramadhan dalam mencari malam Lailatul Qadar yang penuh berkah ini, dengan beribadah dan berdoa di dalamnya,” kata Hasan.

Hasan juga mengharapkan peran Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dalam perbaikan ahklak warga masyarakat melalui pengajian lorong, menurutnya pemerintah kota Makassar saat ini bukan hanya memperbaiki infrastruktur, namun mempunyai misi merevolusi mental masyarakat melalui pemahaman ilmu bermanfaat semisal ilmu agama agar terhindar dari kemaksiatan, tegasnya.

Membahas tentang fungsi Masjid Hasan Sulaiman mengungkapkan, bahwa fungsi Masjid paling utama adalah sebagai tempat melaksanakan ibadah shalat berjama’ah.

Meskipun fungsi utamanya sebagai tempat menegakkan shalat, namun Masjid bukanlah hanya tempat untuk melaksanakan shalat saja. Di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, selain dipergunakan untuk shalat, berdzikir dan beri’tikaf, Masjid bisa dipergunakan untuk kepentingan sosial. Misalnya, sebagai tempat belajar dan mengajarkan kebajikan (menuntut ilmu).

“Bukan sebagai tempat pengkaderan kegiatan terorisme, seperti yang dituduhkan oleh oknum – oknum tertentu yang mencoba memprovokasi dan memecah Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Hasan.

Berita Terkini