Berikut Peran DKP Makassar Dalam BULo
MAKASSARMETRO– Badan Usaha Lorong (BULo) menjadi perhatian insan koperasi nasional. Pasalnya, semangat kebersamaan yang menjadi ruh koperasi terdapat dengan model yang bisa dikatakan baru. Semangat dan prinsipnya sama, yakni memberdayakan dan mensejahterakan.
Memanfaatkan lorong yang sempit untuk menanam cabai, yang hasilnya 30 persen untuk koperasi lorong, 30 persen untuk kebutuhan anggota, dan 40 persennya diperuntukkan bagi tabungan pendidikan anak-anak di lorong.
Proses pendampingannya berupa pelatihan dan penyuluhan dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar. Sri Susilawati, Kepala DKP Kota Makassar mengatakan bahwa pihaknya senantiasa melaksanakan tugasnya sebagai pendamping ratusan kelompok tani lorong (Poktanrong) yang mengelola BULo.
Tak hanya itu, tahun ini sudah 500 lebih lorong yang aktif dalam BULo, dan DKP sendiri berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan semua kecamatan untuk mengintegrasikan dan membangun koperasi lorong.
“Oleh Pak Wali, konsep awal BULo yakni membangun Kota Dunia dari lorong. Kesan kumuh dan rawan kriminal dari lorong hal yang harus dihilangkan. Melalui BULo dihidupkanlah kembali koperasi, semua dapat, unsur sosial, ekonomi, dan jauh dari kesan kumuh,” terang Sri Susilawati.
“Inilah yang Pak Wali bahas di Harkopnas, bagaimana Makassar sangat siap mendukung koperasi, jadi inilah yang akan kita kawal, bagaimana pertanian di lorong berjalan, dan koperasi lorong tumbuh pesat. Ini tidak boleh mundur lagi,” lanjutnya
Syarat koperasi lorong sendiri, kata Sri ketika Poktanrong sudah beranggotakan 20 orang, “Kemudian diakomodasi oleh kecamatan dan Dinas Perdagangan untuk pemasaran dan penjualan cabai itu nanti,” jelas mantan Camat Panakukang tersebut.