Prasasti Lorong Cabai Disimpan di Kantor Kecamatan Ujung Pandang
MAKASSARMETRO– Camat Ujung Pandang Andi Zulkifly Nanda menyampaikan prasasti yang sedianya akan ditandatangani Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Lorong Cabai yang beralamat di Jl. Gunung Lompo Battang, lorong 96, Kelurahan Pisang Utara, kini disimpan di Kantor Kecamatan Ujung Pandang.
“Prasasti ini merupakan media yang dipersiapkan untuk ditandatangani Presiden Jokowi. Berbentuk bidang datar menyerupai tegel keramik persegi empat yang kami letakkan saat itu di atas meja. Namun karena Pak Presiden tidak jadi datang maka prasasti ini pun kami simpan. Ada di Kantor,” ucapnya dihubungi via telpon pribadinya, (15/7).
Menanggapi pemberitaan yang mengabarkan hilangnya prasasti ini, Zulkifly tertawa terbahak- bahak. “Hilang kemana? Siapa yang ambil? ada ji kita simpan di Kantor, hahahah…,” pungkasnya lagi.
Lebih lanjut Zulkifly menambahkan meski Presiden Jokowi kali ini batal mengunjungi lorong cabai, namun pihaknya tetap optimis dan berharap, pada kunjungan selanjutnya, Presiden bisa kembali menginjakkan kaki di tempat tersebut.
“Kita tetap berharap ada kunjungan selanjutnya dan presiden bisa ke tempat ini. Meski demikian tentu bukan prasasti ini yang kita pakai karena sudah ada tanggalnya di situ. Tapi pasti kita akan buatkan lagi prasasti baru,” terang Zulkifly lagi.
Sebelumnya, Koordinator Tim Pro Badan Usaha Lorong (Bulo Makassar) juga angkat bicara terkait tudingan lorong sulap atau dadakan yang dialamat di Lorong 96 Jl. Gunung Lompobattang, Kelurahan Pisang Utara, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar pasca kedatangan Presiden RI di Kota Angin Mammiri.
“Lorong 96 Lompobattang itu memang dipersiapkan untuk Expo Bulo Makassar di hari harkopnas. Jadi sekali lagi kalau ada yang bilang disulap lah, palsu lah, itu tidak benar,” tegas Sakkapati, Jumat, (14/7/2017).
Menurut perempuan berkerudung tersebut, semua bibit cabai dan program yang terintegritas didalamnya, semua natural. Jauh hari sebelum presiden datang partisipasi dan swadaya masyarakat di lorong 96 itu sudah terbangun dengan sangat baik, begitu pun di lorong lain di 15 kecamatan Kota Makassar.
“Tentu pak presiden tidak bisa mendatangi semua lorong di Makassar. Jadi, dipilihlah lorong 96 ini sebagai perwakilan, dan semua cabe dan bulo dari 15 Kecamatan didatangkan untuk panen cabe secara simbolis nantinya,” tuturnya.