Wali Kota Danny Road Show ke Tiga Pulau di Makassar
MAKASSARMETRO– Angin beriak mengibarkan bendera merah putih serta sejumlah bendera- bendera kecil yang menghiasi kapal motor milik KPLP siang itu di pelabuhan Sukarno – Hatta. Kapal berkapasitas 50 orang inilah yang akan segera membawa Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto) serta rombongan mengunjungi pulau- pulau di Kecamatan Sangkarrang, siang itu sekitar pukul 14.00 wita.
Langit sedikit mendung, Jumat 18 Agustus 2017, ombak pun terlihat bergemuruh siap mengombang- ambingkan perjalanan sang nahkodah Makassar menuju pulau harapan, Pulau Barrang Lompo tempat berdirinya kecamatan kepulauan yang baru di kota ini, Kecamatan Sangkarrang.
Perjalanan ditempuh sekitar 30 menit dari daratan Makassar. Selain kapal motor tersebut juga dua speed boat, empat jet sky, dan satu ampibi milik BPBD kota Makassar turut menyertai rombongan.
Saya sendiri memilih menaiki salah satu speed boat bersama Kabag Humas dan Kasubag Pemberitaan Humas Pemkot Makassar, serta beberapa wartawan. Speed boat ini hanya bermuatan 10 orang saja.
Setelah melalui terpaan gelombang yang menggulung dan kadang membuat perahu cepat bermesin dua yang kami tumpangi itu melayang- layang di udara, akhirnya tibalah kami di sebuah dermaga pulau tersebut.
Tiba lebih duluan, sungguh di luar dugaan. Rupanya di atas dermaga kayu yang menjadi pelabuhan utama penduduk setempat telah penuh disesaki warga. Antusiasme tinggi masyarakat berbagai usia, dari anak- anak, remaja, dewasa, hingga orang yang sudah tua-tua melakukan penjemputan terhadap wali kotanya, sangat terasa.
Berbagai prosesi penjemputan pun telah dipersiapkan, mulai angaru’, tari- tarian, dan spanduk bertuliskan terimakasih DP (Danny Pomanto) atas terbentuknya kecamatan Sangkarrang hingga yel- yel dari komunitas berseragam pendukung DP.
Jika dilihat dari padatnya warga yang tumpah ke dermaga tersebut, besar dugaan jika separuh warga pulau berada di tempat itu. Selain dermaga, lorong- lorong hingga teras dan loteng rumah warga sekitar dermaga juga telah penuh orang yang ingin melihat langsung kedatangan wali kota peraih adipura tiga kali ini.
Selang beberapa menit kemudian, akhirnya kapal motor yang ditumpangi DP terlihat dan segera berlabuh. Warga yang sedari tadi tak sabaran menunggu telah berada di posisi masing mempersiapkan penyambutan.
Saat kapal semakin dekat, dari geladak kapal terlihat DP telah melambaikan tangan. Senyumnya yang khas membuat warga berteriak histeris, “PAK WALIII!!! OPPOKI DP, MAKASSAR DUA KALI TAMBAH BAIK, JANGAN BIARKAN MAKASSAR MUNDUR LAGI, dan HIDUP DP,” terdengar menggema bersahut- sahutan.
Musik rebana langsung dimainkan mengiring langkah wali kota terbaik Indonesia ini dari kapal turun ke dermaga. Lalu, ikrar setia angaru diucapkan disusul tarian penjemputan dan parade musik dari anak sekolah setempat.
Danny lalu diarak sepanjang perjalanan menuju tempat kegiatan, di depan kantor kecamatan. Dalam perjalanannya warga saling berdesak, berebut minta salaman dan ikut bergabung mengarak wali kota. Mirip jenderal perang yang pulang membawa kabar kemenangan.
“Hidup Pak DP, Hidup Wali Kotaku, dua kali tambah baik, jangan biarkan Makassar mundur lagi, hidup dua periode,” terus dipekikkan.
Bergelar Daeng Mattojeng
Meski gerimis dan seremonial sempat terhenti, namun bukan karena warga takut basah. Namun Danny sendirilah yang sengaja menghetikan sejenak kegiatan itu karena adzan ashar telah dikumandangkan.
Ia lantas bergegas ke mesjid tak jauh dari lokasi kegiatan bersama warga setempat. Membasuh muka dan mengambil air wudhu, Danny bersuci dan bersimpuh menghadap sang haliq.
Usai salat dan berdoa sejenak, ia pun kembali ke tempat acara semula dan langsung mengukuhkan tim pemenangan Barrang Lompo Bersatu menangkan DP jadi wali kota dua periode, pada Pilwali mendatang.
Setelah itu, tibalah akhirnya momen yang paling ditunggu- tunggu, peresmian kecamatan ke 15 kota Makassar oleh wali kota Danny Pomanto. Harapan itu pun dibawa serta Danny dari daratan Makassar.
Harunya masyarakat akan kecamatan kepulauan yang diimpikan sekian lama akhirnya terwujud sudah. Alam pun tak kuasa menahannya. Berdirilah sang pemimpin mengabarkan berita gembira tersebut, diiringi hujan rintik melayang ringan dari langit.
“Saya mohon maaf memang baru datang lagi ke tempat ini, terakhir saat kampanye dulu. Karena saya baru berani datang setelah janji saya terpenuhi yaitu akan menjadikan kecamatan kepulauan sendiri,” teriak Danny.
Menurut Danny, janji yang paling jelas saat kampanye yaitu membentuk kepulauan sendiri untuk 8 pulau- pulau di Makassar. Ada rasa malu suami Indira Yusuf Ismail ini kembali tanpa memenuhi janji yang pernah ia ucapkan.
Namun hari itu, prasasti peresmian kecamatan Sangkarrang disaksikan ribuan warga, telah ditandatanganinya dengan tinta emas. “Inilah aku kembali memenuhi janji,” mungkin jadi ungkapan yang tersirat dari DP saat itu.
Komitmen dan konsistensi terhadap janjinya itu membuat tokoh adat setempat merasa tergerak. Anugerah kehormatan pun diberikan. Kini, nama wali kota menjadi lebih panjang, Moh. Ramdhan Pomanto Daeng Mattojeng.
“Gelar Tomalabbiritta (yamg mulia) Moh. Ramdhan Pomanto Daeng Mattojeng bermakna orang yang konsisten dalam kesungguhan, kesungguhan dalam berkarya, kesungguhannya dalam berprestasi, dan kesungguhannya dalam membangun kota Makassar dua kali tambah baik,” kata pemuka adat H. Darwin Tajuddin Andi Muin saat mengnugerahi gelar kehormatan itu dengan prosesi adat.
Dengan lantang, tiga tetuah adat setempat mengucapkan pemberian gelar itu dilakukan dengan tulus dan ikhlas sebagai rasa terima kasih warga kepulauan dengan telah dibentuknya kecamatan Sangkarrang. Sarung sutra dikalungkan, passapu pun di kenakan di kepala.
Daeng Mattojeng kini semakin mantap melangkah untuk Makassar dua kali tambah baik dan menjaga tidak membiarkan Makassar mundur lagi.
Menuju Pulau Kodingareng
Sore, Kapal motor kembali berlayar dalam guyuran air hujan kecil, sepanjang perjalanan menuju pulau kedua, Kodingareng.
Meski tak deras, namun cukup membasahi jika tidak berteduh dalam perjalanan yang juga ditempuh sekitar 30 menit itu dari Pulau sebelumnya.
Danny sendiri memilih berdiri di luar geladak, kadang di samping dan kedepan anjungan berdiri menghadap ke depan.
Titik- titik air hujan menempel di kacamata yang dikenakannya dibiarkan mengalir ditepis hembusan angin laut. Danny melakukannya dengan sengaja meski bahu baju dan celana yang dikenakannya juga telah terlihat kuyup. Sesekali ia menengadah ke atas membentangkan kedua tangannya kesamping dan diangkatnya sebahu. Mirip orang yang sedang berdoa dan bermunajat atas syukur nikmat Ilahi Rabbi.
Di tengah kondisi tersebut, tiba- tiba keadaan dibuyarkan dengan suara- suara riuh seakan memanggil nama wali kota. “Pak Danny,” suara itu kian nyata. Danny pun segera menoleh kiri dan kanan mencari sumber suara tadi.
Awalnya sebuah perahu nelayan dari sisi kanan terlihat berbelok cepat dari arah kanan kapal, lalu berjalan beriringan. Sang joky mengenakan baju orange. Makin ke depan semakin banyak dua, tiga dan terus bertambah banyak perahu jenis ‘ketinting’ kompak berseragam orange dan terus memanggil nama wali kota dan berteriak “Oppoki”, “Dua Kali Tambah Baik”, “Jangan Biarkan Makassar Mundur Lagi.”
Rupanya, mereka adalah nelayan- nelayan Kodingareng yang begitu antusias datang menjemput Pemimpinnya saat masih di tengah laut. Anak- anak kecil mereka, bahkan juga yang masih Balita turut dibawa serta. Mereka terus beriringan mengapit kedua sisi kapal sebagian mengambil bagian depan kapal bak bajak laut yang sedang beraksi membajak mangsanya.
Kapal pun bergerak melambat mengikuti iring- iringan perahu ketinting itu menuju dermaga. Sorak- sorai nelayan mengelu- elukan orang nomor satu di kota Makassar ini terus menggelora.
Di dermaga, prosesi penjemputan warga juga telah dipersiapkan. Anak- anak muda setempat menyanyikan lagu “garuda di dadaku” yang telah mereka rubah liriknya.
“Pak DP di dadaku
Pak DP kebanggaan ku
Kuyakin hari ini
Pasti menang…,”
Selanjutnya juga ada angaru’ dan alunan musik perkusi yang dimaikan orang tua- tua. Rombongan diarak oleh massa menuju rumah keluarga salah seorang legilator Makassar Sampara Sarif. Rumah itu tepat berhadapan dengan sebuah mesjid besar.
Rombongan road show wali kota Danny Pomanto menginap di rumah itu. Rumahnya tergolong biasa- biasa saja, tak ubahnya rumah- rumah warga sekitar. Meski memang terlihat agak memanjang ke belakang sehingga terasa lebih lapang. Sehingga, makan malam dengan menu ikan bakar, sayur sukun, ikan tongkol masak dan sambel yang dipadu dengan raca- raca mangga (mangga muda yang dipotong dengan cara dicacak) terasa semakin nikmat.
Meski demikian, tidak semua rombongan bermalam di situ. Mereka dibagi lima- lima orang kemudian berpencar di rumah- rumah warga yang menerima kami dengan sikap sombere, keramahan yang tinggi.
Agenda pertama, Danny yaitu di mesjid besar di depan rumah itu. Melakukan salat magrib secara berjamaah sembari kembali menyapa warga. Usai salat, acara inti di sebuah tanah lapang di tengah- tengah pulau pun di mulai.
Acara ini lebih mirip sebuah panggung hiburan, dengan aneka macam penerimaan lomba- lomba yang berlangsung selama rangkaian peringatan HUT RI ke 72. Namun semakin meriah dikarenakan turut bersama Danny artis senior legendaris kota Makassar Anchi Laricci, dan artis belia nan cantik Yolanda KDI dan Ayu KDI. Mereka memang sengaja diboyong untuk menghibur pesta rakyat sekaligus syukuran atas telah diresmikannya kecamatan kepulauan Sangkarrang tersebut.
Juga beberapa hiburan rakyat setempat ditampilkan berselingan, seperti tari nelayan serta tari kreasi anak- anak sekolah di sana. Terdapat sekolah SD dan SMP negeri serta satu SMA swasta di pulau ini.
Euforia warga terlihat jelas saat ikut bergoyang mengikuti alunan musik dangdut dan lagu daerah dari artis- artis tersebut. Terlebih lagi ketika wali kota Danny membaur dikerumunan massa dan ikut bergoyang bersama. Beberapa lagu juga sempat dinyanyikan, seperti bukan bang toyyib dari wali band menambah asyik suasana bergoyang.
Hingga pukul 24.00 wita, acara hiburan berakhir dengan tertib. Semua merasa puas, semua merasa senang. Di rumah tempat kami menginap, sesekali sang tuan rumah terdengar menyanyikan lagu meniru lagu yang dinyanyikan artis tadi.
“Sambala- bala sambalado mulut bergetar, lidah bergoyang, cintamu seperti sambalado ah.. ah..,” tidak dinyanyikan semua, hanya lirik ini yang terus diulang- ulangi hingga kami terlelap.
Ke esokannya, di subuh buta Danny bersama warga telah menggelar sajadah di salah satu bibir pantai di pulau ini. Yah… tampaknya agenda Gerakan Salat Subuh Berjamaah (GMSB). Selain GMSSB setiap minggu di akhir bulan di Pantai Losari, juga telah berjalan program religius Pemkot Makassar tersebut di kecamatan- kecamatan yakni setiap minggu.
Di pagi hari yang cerah, Danny menyempatkan diri melakukan olahraga jetsky ke pulau Kodingareng Keke. Pulau tersebut tak berpenghuni. Namun ia adalah destinasi wisata, selain karena pemandangan dasar lautnya yang elok, juga diseputaran pantai yang seluas lemparan batu tersebut terdapat hamparan pasir putih yang sangat indah. Di tempat tersebut dikembangkan olahraga snorkeling dan diving.
Danny bersama beberapa awak media dan rombongan lainnya melihat kondisi tempat tersebut lalu mandi- mandi sejenak kemudian kembali lagi ke Pulau Kodingareng, dan bersiap menuju pulau selanjutnya.
Disambut Qasidah “Oppoki Depe” di Pulau Barrang Caddi
Masih di wilayah administrasi kepulauan Sangkarang yakni di pulau Barrang Caddi. Sekira pukul 10.00 wita, kapal motor milik KPLP yang ditumpangi Danny kembali melego jangkar di tempat itu.
Yel- yel penyemangat “Oppoki DP” dan yang lainnya juga terdengar dipekikkan sebagaimana di pulau- pulau sebelumnya. Hanya saja yang lebih menarik adalah kelompok ibu- ibu yang memainkan musik rebana dengan irama lagu qasidah.
“Selamat datang
Kami ucapkan
Kepada Pak Wali
Serta rombongan… ”
“Pilihlah pemimpin seperti DP
Jamgan memilih pemimpin yang belum jelas
DP membangun Makassar dua kali tambah
baik
Jangan Biarkan Makassar mundur lagi…,”
Penggalan lagu qasidah hasil kereasi ibu- ibu setempat yang sengaja diciptakan karena kecintaan mereka kepada wali kotanya.
Anggota DPRD Kota Makassar yang ikut di rombongan Danny, Syaharuddi Said didaulat warga memberi sambutan, sekaligus menjadi wakil masyarakat setempat menyambut sang wali kota inovatif. Tempat ini memang menjadi basis anggota DPRD fraksi Golkar tersebut.
Tidak sekedar mengungkapkan kebanggaan bisa turut bersama rombongan Danny Pomanto Daeng Mattojeng, namun Ia mengatakan sangat terkesan dengan antusiasme tinggi masyarakat di setiap pulau menyambut wali kota.
Di tempat yang sama, legislator termuda yang kerap dipanggil Ajid ini mengajak konstituennya mendukung Danny untuk menjadi wali kota periode selanjutnya.
Ajid juga membacakan ikrar setia warga setempat di depan ratusan pasang mata yang tertuju padanya.
“Ini adalah simbolis pernyataan sikap yang menyatakan masyarakat kepulauan telah bersatu mendukung pak Wali,” pungkasnya.
“Wali kotaku, nakku ku rikatte, cinnaku rikatte, kanana gaukku tarrusu mange napaempiang 01 Makassara, iya mi anne janjjiku, mange rikatte Pak DP, Insya Allah Oppoki, naku passeremi kana tojengku, anne ributta Barang Caddiya, ero patanna, naku panjariwi janjiku, mae rikatte DP, nasaba kalompoang Mangkasara ta, ia mi anne janjiiku Pak DP, oppoki wali kotaku Muhammad Ramdhan Pomanto,” suara Ajid begitu menggelegar membacakan pernyataan sikap warga setempat.
Sebagai wakil rakyat, Ajid mengaku sangat berterima kasih, berkat kepemimpinan DP, masyarakat pulau sudah bisa mengenyam pendidikan layak dan mendapat layanan kesehatan memadai di tempat mereka. Sekaligus Danny langsung diarahkan meresmikan Pustu di tempat itu.
Namun tak kalah pentingnya, kecamatan kepulauan Sangkarang telah resmi terbentuk sebagaimana yang dijanjikan Danny Pomanto sebelum diberi amanah menjadi wali kota Makassar.
Kata Danny, ibaratnya pembagian kue Makassar, dulu pulau- pulau hanya mendapat jatah 1/700 dari pembagian kue yang ada. Saat ini delapan pulau tersebut telah mendapatkan jatah 1/50 dari jumlah SKPD Sekretariat Pemkot Makassar yang berjumlah 50-an itu.
Sebelum Duhur, Danny dan rombongan segera berpamitan kembali ke daratan Makassar. Ada rasa tak rela warga kepulauan melepas sang pemimpin. Tergambar jelas dari raut muka muring mereka melambaikan tangan melepas kepergian wali kita yang juga telah melambaikan tangan di atas sebuah kapal yang segera bertolah ke daratan.
“Makasih untuk amanah yang sudah diberikan, satu janjiku saya tidak akan biarkan ada wilayah Makassar yang menjadi terpencil, seriap pulau harus ada tower untuk jaringan komunikasi, serta fasilitas lainnya. Makasih semua masyarakat di pulau yang telah setia mendukung kami, saya tidak akan pakasiri’ki,” sekali lagi, Danny melambaikan kedua tangannya.
Dia juga berjanji di dua tahun sisa periode ini akan membuat kecamatan Sangkarrang jauh lebih baik dua kali tambah baik dan terus membuat progres sekecil apapun secara bersama.
“Kami bangga dan terhormat berada di Barrang Caddi ini, dan semua pulau lainnya. Ke depan setiap pulau harus punya guest house. Saya akan bawa tamu- tamu ke setiap pulau yang ada,” kunci Danny sekaligus mengakhiri road show ke pulau- pulau wilayah pemerintahannya itu.