Curi Perhatian Dunia, Peneliti Universitas Leiden Temui Danny

Selasa, 22 Agustus 2017 15:55 WITA Reporter :
Curi Perhatian Dunia, Peneliti Universitas Leiden Temui Danny

MAKASSARMETRO– Peneliti Universitas Leiden, Belanda, David Bissin bersama Konsul Australia di Makassar Richard Matthews bertemu Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto di kediaman resmi Wali Kota, Selasa, 22 Agustus 2017.

Pertemuan ketiganya membahas penelitian yang akan dilakukan oleh David Bissin di Makassar. Di Australia, Bissin dikenal sebagai seorang diplomat sekaligus peneliti.

Karir diplomatiknya dapat ditelusuri saat dirinya menjabat duta besar Australia untuk Srilanka, dan Konsul Australia di Honolulu. Saat ini, ia aktif di Universitas Leiden, kampus tertua di Belanda sebagai peneliti.

Ketertarikannya pada dunia penelitian khususnya di bidang politik, mengantarkan Bissin bertemu Wali Kota Danny.

Ia memilih Makassar sebagai lokasi penelitian karena menilai Makassar memiliki kemajuan di bidang inovasi pelayanan publik, dan kesehatan yang mensejajarkannya dengan kota – kota besar di dunia.

Penelitian yang dilakukan Bissin bekerjasama dengan Konsulat Jenderal Australia. “Makassar sangat maju. Konjen Australia tertarik untuk meneliti, mencari tahu kunci keberhasilan Makassar hingga sangat maju seperti sekarang ini,” jelas Konsul Richard Matthews.

Selain meneliti inovasi di bidang pelayanan publik dan kesehatan, Bissin juga tertarik pada isu pendidikan, infrastruktur, dan politik di Makassar.

Danny menjelaskan, jika dirinya bukanlah seorang politisi sebelum resmi menjabat wali kota. Sebagian besar hidupnya diisi dengan mendampingi empat wali kota Makassar sebagai pensehat tata kota.

Dunia kampus juga akrab dengan dirinya, selama 24 tahun ia mengabdikan diri di kampus merah Universitas Hasanuddin sebagai dosen pengasuh mata kuliah perencanaan arsitektur.

Pengalaman hidup sebagai dosen, dan konsultan yang bermukim di lorong Makassar menjadi salah satu alasan bagi Danny memutuskan lorong dan masyarakat pra sejahtera sebagi lokus pembangunan Makassar.

Delapan bulan masa penantian sebelum pelantikan dirinya sebagai wali kota Makassar dimanfaatkan Danny untuk melakukan riset.

Hasilnya, ia meluncurkan Home Care (Dottoro ta), sebuah layanan kesehatan gratis 24 jam dengan mengunjungi rumah pasien. Program ini kemudian berkembang dengan memanfaatkan teknologi digital Telemedicine yang dilengkapi layanan EKG dan Mammograph.

“Ada 48 unit mobil Home Care yang disiagakan untuk melayani warga. Program ini kemudian bertransformasi mengikuti program Smart City dengan memanfaatkan teknologi digital,” terang Danny.

Agar program dan kebijakan pemerintah dapat diterima masyarakat, Danny mengembangkan protokol sentuh hati sebuah program yang digagas oleh Wali Kota Danny untuk mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat, mendengarkan suara rakyat, menyosialisasikan sekaligus mengukur tingkat keberhasilan program dan kebijakan pemerintah kota.

Satu hal yang menjadi kunci keberhasilan Makassar adalah keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan. Masyarakat terlibat secara aktif dan menjadi penentu keberhasilan pembangunan.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca