Urai Kemacetan, Kota Makassar Akan Punya Jalan Layang Baru

04 Sep 2017 18:12
Author: adminmmetro

MAKASSARMETRO– Kemacetan menjadi persoalan yang kerap dihadapi oleh kota besar, tidak terkecuali Kota Makassar. Salah satu solusi untuk mengurai masalah tersebut yakni dengan pembangunan jalan layang.

Bertempat di rumah jabatan Walikota Makassar, pihak PT. Nusantara Infrastructure mempresentasikan perencanaan pembangunan proyek flyover Pettarani hingga ke wilayah Tanjung Bunga di hadapan Walikota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto dan pimpinan sejumlah SKPD. Senin (4/8/2017).

Adapun yang hadir seperti Kepala Bappeda Makassar, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala BPKA, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Penataan Ruang Makassar.

Rencana pembangunan jalan layang tersebut akan dilaunching pada tahun 2019 mendatang. Danny Pomanto menyebutkan, dibutuhkan waktu sekitar enam bulan guna mempersiapkan proses pembangunan sejak ground breaking.

“Rencananya kita akan ground breaking pada 22 Oktober, kemudian kita lakukan persiapan kurang lebih 6 bulan sebelum memulai pembangunan. Sebab kita akan atur rekayasa lalu lintas selama pengerjaan, perombakan utilitas seperti listrik, air, optik fiber secara total,” kata Danny.

Menariknya dalam rencana pembangunan jalan layang ini, sejak digagas sekitar 2 tahun lalu Danny menegaskan agar tidak ada lagi pembebasan lahan. Mengingat ribetnya pembangunan infrastruktur bagi masyarakat dengan menerapkan cara demikian.

“Jalan tol melayang didikusikan selama 2 tahun. Jalur sepanjang 12,1 km ini tidak lagi pakai pembebasan lahan. Moldingnya sistem custom, on-ramnya rencananya di persimpangan Pettarani-Alauddin,” terangnya.

Proyek ini bakal menelan biaya sekitar Rp. 2,5 trilyun, yang berasal dari dana investasi murni. Apalagi, lanjut Danny, Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar pembangunan proyek ini segera dilaksanakan.

“Pembangunannya membutuhkan Rp. 2,5 trilyun yang murni investasi dengan penjaminan negara. Kalau proyek ini terlaksana, paling tidak kita sudah memulai pembangunan solusi sebagai pengurai kemacetan,” kata Danny

Meski demikian, Danny Pomanto mengatakan masih akan terus berkonsultasi dan melakukan asistensi dengan semua pihak, dalam hal ini tenaga profesional dan ahli transportasi.

Berita Terkini