Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, Korea Selatan Survei Kota Makassar

Selasa, 19 September 2017 22:22 WITA Reporter :
Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, Korea Selatan Survei Kota Makassar

MAKASSARMETRO– Bank Sampah dan sistem pembuangan yang terintegrasi sebagai bagian dari program Makassarta’ Tidak Rantasa (MTR) terbukti mampu dimanfaatkan oleh warga untuk menambah pendapatan secara ekonomi. Tidak hanya itu, untuk sampah rumah tangga dapat pula dijadikan biogas alam yang mampu menopang kebutuhan gas rumah tangga.

Upaya Pemerintah Kota Makassar yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat ini ternyata dilirik oleh Negeri Ginseng, Korea Utara. Selasa (19/9/2017), tim survei dari Korea Selatan datang mengunjungi Makassar guna melakukan observasi awal terkait proyek pembangkit listrik tenaga sampah.

Tim survei yang datang berjumlah dua orang, didampingi Sekretaris Badan Lingkungan Hidup Daerah Makassar serta seorang penerjemah diterima langsung oleh Sekcam Makassar, Alamsyah di Kelurahan Maradeka Utara.

“Saya diberitahu oleh Pak Sekretaris Lingkungan Hidup, kalau kunjungan ini terkait proyek pembangkit listrik tenaga sampah,” ungkap Alamsyah saat dihubungi.

Berdasarkan keterangan dari Alamsyah, tim survey tersebut datang untuk memantau langsung sistem pemilahan di bank sampah termasuk penimbangan dan pemanfaatan lainnya.

“Terus yang dia pantau juga mulai dari pengambilan sampah di setiap rumah oleh Fukuda, kemudian proses transfer dari Fukuda ke Mobil Tangkasaki, hingga ke TPA,” jelas Alamsyah.

Mengenai kejelasan proyek ini, Alamsyah mengaku belum mengetahui lebih pasti persoalan ini. Menurutnya, kunjungan delegasi dari Korea Selatan tersebut lebih kepada pengamatan awal mengenai sistem persampahan di Kota Makassar.

Namun, satu hal yang pasti ialah terobosan yang digagas oleh Walikota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto ini sangat inovatif sehingga menarik perhatian berbagai pihak untuk bekerja sama.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca