Camat Tamalate : Gerakan 30 September PKI Di Luar Batas Kemanusiaan
MAKASSARMETRO– Jajaran Pemerintah Kecamatan Tamalate bekerjasama dengan pihak TNI-POLRI menyelenggarakan acara silaturahmi dirangkaikan dengan nonton bareng pemutaran Film pengkhianatan gerakan G30S PKI di halaman kantor Kecamatan jalan Danau Tanjung Bunga Makassar, jumat malam (29/09/2017).
Acara nonton bareng di hadiri oleh Danramil 1408-09 Tamalate Mayor Hatta, Binmas, Lurah, petugas kebersihan serta ratusan warga dan tokoh masyarakat.
Menurut Hasan Sulaiman, film lawas tersebut sarat nilai patriotisme dalam menjaga dan merawat NKRI, serta sebagai tambahan wawasan kebangsaan bagi masyarakat, “Dan yang lebih penting masyarakat mengenang bahwa Gerakan 30 September atau lebih di kenal dengan G30S PKI itu pernah ada,” ungkapnya.
Hasan mengharapkan, kiranya kita tidak akan pernah melupakan, bahwa pada tanggal 30 september 1965 yang lalu telah terjadi tragedi Nasional yang mengancam kedaulatan negara kita. Sebuah tragedi memilukan yang dilakukan oleh sebuah gerakan yang menamakan diri Gerakan 30 September (G30S) yang dipimpin oleh Letkol Untung.
Banyak Jendral saat itu yang dibunuh secara kejam, dan sadis, di luar batas-batas perikemanusiaan, lalu dimasukkan dalam lubang yang di kenal dengan sumur lubang buaya.
“Kita memang menyadari bahwa kita tidak boleh mengorek luka lama di masa lalu dan, bukannya kita dendam terhadap eks anggota PKI serta keluarganya, sebagai sesama anak bangsa kita harus saling menghormati dan menghargai. Tetapi yang tidak kita inginkan adalah bangkitnya kembali gerakan serta faham komunisme di indonesia,” tegas Hasan Sulaiman.