MAKASSARMETRO– Problematika kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan momok yang perlu ditangani secara bersama-sama dan terpadu dengan keterlibatan masyarakat dalam melakukan penyadaran melalui kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Meski demikian, masih kerap terjadi kasus seperti kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan terhadap perempuan, dan kekerasan terhadap anak. maka dianggap perlu melibatkan masyarakat melalui Shelter Warga dalam upaya mediasi dalam menangani persoalan seperti itu.

Oleh karena itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar menggelar pelatihan pengelolaan bagi para penggerak Shelter Warga di Celebes Indah Hotel, jln. Gunung Latimojong. Selasa (3/10/2017).
Staf Ahli Pemkot Makassar, Taufiek Rachman mengatakan Makassar sebagai kota yang nyaman untuk semua apalagi berpredikat Kota Layak Anak tentu harus berpihak terhadap perempuan dan anak.
“Sebagai mana diketahui visi Kota Makassar 2015-2019 yaitu mewujudkan Makassar sebagai kota dunia yang nyaman untuk semua, termasuk nyaman untuk anak dan perempuan. Persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak berusaha kita cegah dan tangani,” ungkap Taufiek Rachman sebelum membuka kegiatan ini.
Sementara itu, Kepala DP3A Makassar, Tenri A. Palallo mengatakan persoalan anak dan perempuan adalah persoalan bersama, maka upaya pencegahan dan penanganannya berbasis RT/RW melalui Shelter Warga.
“Jadi tim shelter warga dibekali kemampuan melalui pelatihan pengelolaan agar mampu menanggulangi persoalan perempuan dan anak berbasis RT/RW, di mana diutamakan penyelesaian dengan pendekatan persuasif,” ungkap Tenri A. Palallo.
Keuntungan lain dari keberadaan shelter warga, yakni mampu menjangkau hingga di lorong-lorong serta berpotensi dapat menangani persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak secara cepat dan tepat.
“Pelibatan masyarakat melalui kemitraan ini tentunya dibutuhkan kemampuan dalam mendampingi korban kekerasan, maka pelatihan ini sangat penting,” lanjut Tenri A. Palallo.
Dalam kesempatan ini, DP3A Makassar membagikan kelengkapan seperti rompi tim Shelter Warga yang terdiri dari volunteer dan paralegal sebagai identitas dalam mendampingi persoalan di lapangan.
Selain melakukan pencegahan tindak kekerasan melalui kampanye Jagai Anakta’, DP3A Makassar intensif mengembangkan Shelter Warga di sejumlah kelurahan. Tidak hanya itu, Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) siap menerima aduan masyarakat.
Appi Tinjau Penimbunan Stadion Untia Makassar, Konstruksi Awal 2027 dan Rampung Akhir Tahun
Senin, 26 Oktober 2026 15:19
Dengar Aspirasi Warga Tamalanrea, Wali Kota Appi Tak Mau PSEL Dipaksakan
Selasa, 20 Oktober 2026 21:57
Bangun Makassar Lebih Inklusif, Appi Kenalkan Tujuh Program Prioritas kepada Praja Muda IPDN
Selasa, 20 Oktober 2026 16:36
Digitalisasi PBG Berbuah Capaian, Retribusi Makassar Tembus Rp21,38 Miliar
Senin, 19 Oktober 2026 15:25
Kabut Asap Selimuti Makassar, Appi Pastikan RS dan Puskesmas Siaga Hadapi Ancaman ISPA
Jumat, 16 Oktober 2026 19:27
Husniah Talenrang Dipecat sebagai Bupati Gowa
Kamis, 15 Oktober 2026 11:44
Tampil di Forum Dunia, Appi Gaungkan Pendidikan Disiplin Lalu Lintas Sejak Sekolah
Selasa, 13 Oktober 2026 10:12
Pemkot Makassar Perkuat Akurasi DTSEN, Pastikan Program Sosial Tepat Sasaran.
Selasa, 13 Oktober 2026 10:09