MAKASSARMETRO– Ratusan Juru Parkir (Jukir) konvensional yang tergabung dalam SJPM menyambangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, menegaskan penolakan mereka terkait penerapan smart parking di Kota Makassar yang dilakukan oleh PD Parkir.

Kedatangan ratusan Jukir konvensional tersebut diterima langsung anggota Wakil Ketua Komisi B DPRD Makassar, Iqbal Djalil (F-PKS), didampingi Anggota Komisi C DPRD Makassar, Syamsuddin Kadir (F-Golkar), Kamis (12/10/2017). Di Ruang Aspirasi DPRD Makassar.

Koordinator Informasi dan Komunikasi SJPM Makassar, Amir Gadde, mengatakan bahwa pelaksanaan kebijakan smart parking saat ini dilakukan tanpa pengkajian yang mendalam terhadap dampaknya bagi juru parkir konvensional itu sendiri, baik menyangkut aspek teknis, hubungan hukum para jukir dengan pemerintah, ekonomi, sosial dan aspek lainnya.
“Satu hal yang bisa dipastikan terkait dampak dari smart parking ini yakni potensi hilangnya mata pencaharian terhadap ratusan jukir di Makassar. Jika hal itu terjadi, maka patut pemerintah kota telah melakukan upaya pemiskinan warganya,” ungkap Amir.
Terkait tuntutan para Jukir tersebut, Wakil Ketua Komisi B, DPRD Makassar, Iqbal Djalil, menegaskan akan segera meneruskan tuntutan para jukir tersebut ke PD Parkir dan Pemerintah Kota Makassar. Khususnya mengenai potensi hilangnya sumber pendapatan para Jukir konvensional yang tidak dilibatkan dalam smart parking tersebut.
“Apa yang teman-teman Jukir sampaikan ini menambah informasi bagi kami dalam hal ini. Sehingga informasi ini akan segera kita tindaklanjuti dan dibahas di internal Komisi B karena bagian dari PAD, kemudian kita akan meminta penjelasan dari PD Parkir dan Pemkot Makassar, apalagi ini terkait dengan mata pencaharian warga Makassar,” tegas Iqbal Djalil.
Menurut Iqbal Djalil, memang sudah sepatutnya PD Parkir dilakukan evaluasi berdasarkan informasi yang disampaikan oleh teman-teman jukir ini. Ia juga mengaku akan melakukan cross check ke lapangan agar bisa mengetahui kondisi yang sebenarnya.
“Kita di DPRD juga akan segera cek ke lapangan langsung terkait hal ini. Kalau memang benar informasi kebocoran PAD itu ada di PD Parkir, bukan ada pada setoran para teman-teman jukir ini, maka kita akan evaluasi dan audit PD Parkir,” ungkap Idje sapaan akrab legislator dari Fraksi PKS ini.
Kemenbud RI Percayakan Kota Makassar Jadi Tuan Rumah Konferensi Musik Indonesia 2026
Kamis, 16 April 2026 20:35
Wali Kota Munafri Tolak Pengadaan Kendaraan Baru, Pilih Gunakan Randis Lama Tahun 2023
Kamis, 16 April 2026 20:32
Melinda Aksa Tekankan Peran Strategis Penyuluh dalam Tangani Darurat Sampah di Makassar
Selasa, 14 April 2026 23:38
Munafri: Kapal Antar Pulau Segera Beroperasi, Gratis Layani Warga Kepulauan di Makassar
Selasa, 14 April 2026 20:35
DLH Makassar Percepat Pengelolaan Sampah, Kini TPA Antang Berbenah Menuju Sanitary Landfill
Senin, 13 April 2026 19:33
Pemkot Makassar Maksimalkan Urban Farming, Libatkan Warga hingga Komunitas Tingkat Lorong
Senin, 13 April 2026 19:31
Camat se-Makassar Teken Komitmen Basmi Sampah, Terapkan Sanitary Landfill di TPA Antang
Sabtu, 11 April 2026 21:59
Munafri Tegaskan Dukungan Program MBG di Makassar, Dampaknya ke Gizi dan Ekonomi Nyata
Sabtu, 11 April 2026 21:33