MAKASSARMETRO– Ketahanan pangan merupakan isu yang menjadi perhatian oleh Food and Agriculture Organisation (FAO). Pasalnya mereka memprediksi suatu saat dunia akan mengalami krisis pangan. Hal tersebut dipaparkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar, Sri Sulsilawati. Senin (16/10/2017).

“Pada konferensi umum ke-20 pada tahun 1979, memperkirakan bahwa dunia akan mengalami kerawanan pangan. Melihat meningkatnya populasi dan menurunnya lahan pertanian, terlebih di wilayah perkotaan,” ujar Sri Sulsilawati.

Untuk konteks Kota Makassar, Sri Sulsilawati menilai, melalui program Pemerintah Kota Makassar, mulai dari lorong garden dan berkembang menjadi Badan Usaha Lorong (BULo), yang perlu dibentuk yakni mindset penduduk Kota Makassar.
“Populasi Makassar sekitar 1,8 juta sedangkan lahan pertanian sekitar 1 persen. Meskipun disuplai dari daerah lain, namun belum dikatakan ketahanan pangannya aman jika belum memenuhi ketersediaan, aksesibilitas, dan keamanannya,” kata Sri Susilawati.
Melihat potensi 7520 lorong, Sri Sulsilawati menambahkan, bahwa dengan BULo warga dapat memenuhi ketiga indikator tersebut walau dengan memanfaatkan pekarangan yang berlahan minim.
“Ketersediaannya baru dikatakan tahan ketika masuk ke rumah tangga, aksesnya melalui distribusi ke rumah tangga dan yang penting aman ketika dikonsumsi. Ketika mereka sendiri yang menanam, merawat dan mengkonsumsi tentu indikator ini terpenuhi dengan sendirinya,” lanjut Sri Sulsilawati.
Selain itu, melalui BULo, pola konsumsi beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) dapat diterapkan. Sebab DKP Makassar menjalankan program sesuai arahan Badan Ketahanan Pangan dan kementerian terkait. Serta inovasi dari jajaran Pemerintah Kota Makassar itu sendiri.
Meskipun bukan daerah pertanian, Sri Susilawati memprediksi persoalan kerawanan ataupun krisis pangan seperti kekhawatiran FAO kemungkinan tidak akan terjadi jika program semacam BULo tetap dilaksanakan secara berkelanjutan hingga tahun-tahun berikutnya.
“Kondisi sekarang kurang yang mau jadi petani, lahan kurang, diperparah faktor iklim. Namun melalui pemikiran cerdas Pak Wali, kita bentuk mindset masyarakat Makassar tentang pentingnya bercocok tanam, dan manfaatnya bagi keluarga. Dengan begitu, mereka sendiri yang akan membudayakannya, kita tinggal pantau dan tetap fasilitasi,” tutupnya.
Appi Tinjau Penimbunan Stadion Untia Makassar, Konstruksi Awal 2027 dan Rampung Akhir Tahun
Senin, 26 Oktober 2026 15:19
Dengar Aspirasi Warga Tamalanrea, Wali Kota Appi Tak Mau PSEL Dipaksakan
Selasa, 20 Oktober 2026 21:57
Bangun Makassar Lebih Inklusif, Appi Kenalkan Tujuh Program Prioritas kepada Praja Muda IPDN
Selasa, 20 Oktober 2026 16:36
Digitalisasi PBG Berbuah Capaian, Retribusi Makassar Tembus Rp21,38 Miliar
Senin, 19 Oktober 2026 15:25
Kabut Asap Selimuti Makassar, Appi Pastikan RS dan Puskesmas Siaga Hadapi Ancaman ISPA
Jumat, 16 Oktober 2026 19:27
Husniah Talenrang Dipecat sebagai Bupati Gowa
Kamis, 15 Oktober 2026 11:44
Tampil di Forum Dunia, Appi Gaungkan Pendidikan Disiplin Lalu Lintas Sejak Sekolah
Selasa, 13 Oktober 2026 10:12
Pemkot Makassar Perkuat Akurasi DTSEN, Pastikan Program Sosial Tepat Sasaran.
Selasa, 13 Oktober 2026 10:09