Kebun BULo di Kelurahan Mariso, Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Kota

Senin, 23 Oktober 2017 16:20 WITA Reporter :
Kebun BULo di Kelurahan Mariso, Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Kota

MAKASSARMETRO– Badan Usaha Lorong (BULo) merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kota Makassar yang berupaya membentuk budaya ‘hijau’ kepada masyarakat. Selain itu dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga melalui penjualan hasil tanam.

Ternyata masih ada potensi lain yang perlu dikembangkan, yakni sebagai destinasi agrowisata perkotaan. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar, Sri Susilawati usai melakukan panen di kebun BULo Kelurahan Mariso, di jln. Belibis.

“Kebun ini berpotensi sebagai kebun wisata di tengah kota, dapat pula dikembangkan menjadi tempat edukasi bagi anak-anak bukan hanya Poktanrong dan tentunya dapat menjadi penyejuk ditengah kota,” kata Sri Susilawati, Senin (23/10/2017).

Sri Susilawati menceritakan bahwa kebun tersebut dulunya merupakan lahan kosong yang dipenuhi reruntuhan material bangunan. Kemudian diinisiasi oleh warga bersama Ketua LPM, Ketua RT/RW, serta pemerintah setempat maka dibuatlah kebun BULo.

“Tanah tersebut dulunya tidak produktif, luasnya sekitar 20 meter persegi. Atas inisiasi warga dibentuklah kelompok tani lorong, disampaikan kepada kami. Jadi kami lakukan pembinaan,” kata Sri Susilawati.

Sri Susilawati mengaku pihaknya melibatkan sejumlah SKPD dalam merombak kebun tersebut. Seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perikanan dan Pertanian. Termasuk dukungan legislator Makassar, Hasanuddin Leo.

“Dinas PU menurunkan alat beratnya untuk membuat pematang lahan dan kolam budidaya ikan oleh Dinas Perikanan. Yang paling pokok, yakni antusiasme dan kekompakan masyarakat sehingga disambut baik SKPD,” ujarnya.

Kebun ini, lanjut Sri Susilawati, masih memiliki banyak potensi pemanfaatan yang masih perlu dieksplorasi. Demikian pula dengan kebun BULo yang lainnya. Menurutnya, yang paling penting masyarakat tetap semangat menjalankan program ini.

“Yang paling penting masyarakat semangat, karena kalau mereka semangat menjalankannya tentu kami juga lebih semangat mendampingi,” tutup Sri.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca