Ratusan Kader PMII Makassar Gelar Unjuk Rasa, Ini Sebabnya

Kamis, 02 November 2017 22:20 WITA Reporter :
Ratusan Kader PMII Makassar Gelar Unjuk Rasa, Ini Sebabnya

MAKASSARMETRO– Ratusan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) se-Kota Makassar melakukan Pra Kondisi untuk aksi unjuk rasa di Jalan Urip Sumiharjo tepatnya bawah jembatan layang Kota Makassar, Kamis (2/11/2017)

Pra Kondisi aksi ini dilakukan sebagai bentuk Solidaritas yang kita ketahui bahwa Ketua Umum PMII Makassar mengalami patah kaki akibat kebrutalan kepolisian dalam mengawal aksi pada saat memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Arlan selaku Koordinator Lapangan aksi mengatakan belum ada klarifikasi mengenai tindakan pihak kepolisian yang dinilai tidak sebagaimana mestinya. Demikian pula dengan pernyataan pihak kepolisian yang dinilai oleh PMII sebagai pelecehan organisasi.

“Belum sempat ada klarifikasi terkait pemukulan sampai kaki dari ketua umum kami patah. Justru malah menimbulkan masalah baru yaitu pelecehan organisasi yang dilakukan oleh Dir Intel Polda Sulsel terhadap PMII, Statmen Dir Intel Polda Sulsel yang mengatakan “PMII adalah lembaga pencari simpati dan sensasi yang kemudian menjadi Barang Bukti Via Whatsapp yang kami pegang,” ujarnya

Setelah pra kondisi di bawah fly over, massa aksi PMII Makassar bergeser untuk menuntut pihak Kapolrestabes meminta maaf atas tindak kebrutalan anggotanya.

“Namun Kapolrestabes enggan keluar menemui kami dan enggan melakukan permintaan maaf secara terbuka. Hal ini yang membuat kami semakin kesal,” lanjutnya

Ketua umum PMII Makassar mengatakan dalam orasinya bahwa pernyataan Dir Intel Polda Sulsel membuat kader PMII sakit hati dan kesal.

“Saya selaku Ketua Umum PMII makassar harus menjaga maruwah organisasi dan saya meminta kepada Kapolda Sulsel untuk segera mengintruksikan Kapolrestabes dan Dir Intel Polda untuk nelakukan permohonan maaf kepada lembaga PMII dan ketika tuntutan kami tidak diindahkan dalam waktu 1X24 Jam, maka kami akan kembali melakukan aksi unjuk rasa, sampai benar-benar ada permintaan maaf baik media online maupun cetak,” tutupnya.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca