Merasa Terhormat, Membuat Nawir Driver PATTASAKI Terharu Saat Raih Penghargaan

Sabtu, 11 November 2017 10:54 WITA Reporter :
Merasa Terhormat, Membuat Nawir Driver PATTASAKI Terharu Saat Raih Penghargaan

MAKASSARMETRO– Namanya Nawir, salah seorang yang turut berbahagia di puncak acara perayaan HUT 410 Kota Makassar pada kamis, 09/11/2017. Diacara tersebut ia merasa sangat terhormat bisa sepanggung dengan orang-orang hebat yang pernah berjasa terhadap Kota Makassar di masing-masing peran dan profesinya bahkan sepanggung dengan Professor dan mantan Walikota Makassar.

Tak terkira rasa haru dan bahagianya berada diatas panggung megah disaksikan langsung Gubernur Sulsel beserta jajarannnya serta Walikota dan Wakil Walikota Makassar beserta jajarannya, Ketua dan anggota DPRD provinsi dan Kota, Pimpinan TNI dan Polri, dan para pejabat tinggi sampai para ketua RW dan RT se-Kota Makassar.

Tiibalah gilirannya ketika Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo bersama Walikota Makassar, Danny Pomanto menyerahkan langsung ketangannya Piagam dan piala penghargaan tersebut, Hal yang tak terfikirkannya sebelumnya akan berada pada moment tersebut.

Siapakah Nawir yang mendapat penghargaan tersebut. Ia dianggap mempunyai kontribusi yang cukup penting terhadap kebersihan kota Makassar khususnya di seputar pantai Losari.

Nawir adalah driver perahu “PATTASAKI” (Perahu Angkat dan Angkutan Sampah Kita) yang selama ini aktif berseliweran melakukan pembersihan sampah permukaan laut di pantai Losari yang menjadi andalan view kota Makassar.

PATTASAKI merupakan salah satu Inovasi pemerintah kota Makassar yang ide awalnya dari Walikota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto yang kemudian diterjemahkan oleh Kadis Perikanan dan Pertanian (DP2) yang sebelumnya bernama DKP3 Abd. Rahman Bando bersama stafnya.

Pattasaki dengan sistem kerja sederhana cukup efektif untuk membersihkan. Model perahu angkat sanpah laut ini mendapat apresiasi dari Kemenkomaritim dan Kemenristekdikti saat didisplay di Pameran Hakteknas 2017 lalu di Jakarta.

Walaupun telah ada Pattasaki namun Nawir kadang kala masih sedih ketika diwaktu tertentu sampah di Losari tiba-tiba muncul banyak karena terbawa arus bauk dari wilayah lain ataupun dari kanal dan goring-goring yang bermuara di pantai Losari.

Nawir yang datang bersama isterinya tersebut berharap kerjasama masyarakat yang bermukim di darat untuk kesadaran yang tinggu untuk tidak lagi membuang sampah di kanal dan saluran air.

Walaupun begitu ia bertekad untuk sebisa mungkin dengan tenaganya dan teman-teman operator Pattasaki untuk menjaga kebersihan pantai Losari kita walaupun tantangannya tentu berbeda dengan membersihkan sampah di daratan dimana harus bergelut dengan sampah basah laut diatas ombak pantai Losari.

Kerja ini yang mejadi alasan pemkot Makassar memilihnya menjadi salah satu pahlawan di zaman “Now” untuk Kota Makassar.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca