Faveo Trading Tunjuk Kota Makassar Untuk Ubah Sampah Jadi Energi

Senin, 04 Desember 2017 12:09 WITA Reporter :
Faveo Trading Tunjuk Kota Makassar Untuk Ubah Sampah Jadi Energi

MAKASSARMETRO– Guna meningkatkan Inovasi yang terus bergulir di Kota Makassar. Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto tengah menerima kunjungan dari Faveo Trading terkait proses pengolahan sampah menjadi energi, Senin (4/12/17).
Faveo Trading merupakan perusahaan perdagangan yang telah bekerjasama dengan perusahaan besar. Dan saat ini ia memperluas bisnisnya di bidang waste to energy yang berfokus pada persiapan perhitungan bisnis, feasibility study dan analisis keuangan.
” Kunjungan kami akan mengubah sampah kota menjadi energi yang terbarukan dan nilai tambahnya lainnya itu menggunakan produk ramah lingkungan,” ucap Kees Janse, Commodity Brokers, Faveo Trading Belanda.

Dia memaparkan sistem kerjasama kedepan dimana Pemerintah Kota Makassar menyuplai material sampah kota, penyiapan lahan, perlindungan investasi, menjadi kapasitas hukum, dukungan pemasaran dan bisa juga sebagai bagian dari pemegang saham.

Sementara, pihaknya menyiapkan pendanaan, operasional, penyediaan alat dan teknologi, ketenagakerjaan, legalitas perusahaan serta pengembalian modal dan keuntungan.

Pada saat ini, ia sudah memulai komunikasi dan telah menyiapkan bussines cases untuk lima kota di Indonesia. Seperti Padang, Batam, Yogjakarta, Balikpapan dan Kota Makassar.

” Kalau padang kita sudah jalan pada tahap negosiasi. Tapi untuk Makassar, Batam dan Balikpapan masih dalam proses menuju kesepahaman,” ungkapnya. Untuk jangka waktu kerjasama yang dinilai profitable minimal 15 tahun.

Memilih Makassar untuk diajak bekerjasama karena Makassar dinilai sebagai salah satu trend setter untuk kota-kota besar yang ada di Indonesia.

” Bisa berperan dalam program waste to energy di Kota Makassar adalah harapan terbesar kami,” jelasnya.

Sementara, Danny Pomanto mengapresiasi hal tersebut. Meskipun, kata dia, sudah banyak dari beberapa negara yang menawarkan namun tawaran dari Belanda ini menjadi bahan pertimbangan di tahun 2018 mendatang.

“Tawaran ini sangat menarik karena mengubah sampah jadi energi. Tapi kami masih mempertimbangkan saat ini sesuai Pepres da nantinya di 2018 mendatang kita sudah jalankan,” pungkasnya. (*).

Berikan Komentar
Komentar Pembaca