Secara Bertahap, PD Parkir Makassar Perluas Penerapan Smart Parking Tahun Depan

13 Des 2017 19:25
Author: adminmmetro

MAKASSARMETRO– PD Parkir Makassar Raya telah menguji coba penerapan Smart Parking di beberapa kecamatan, seperti Wajo dan Ujung Pandang. Rencananya, PD Parkir Makassar Raya akan menerapkannya di kecamatan lainnya pada tahun 2018.

Hasil uji coba Smart Parking menunjukkan progres yang positif. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PD Makassar Raya, Irianto Ahmad saat media gathering di RM Seafoodta’ Sunrise Tower, jln. Butung. Rabu (13/12/2017).

“Kami ingin pelayanan parkir prima kepada masyarakat, yang nyaman dan aman melalui Smart Parking. Terdapat 1076 kantong parkir di seluruh Kota Makassar yang akan menerapkan Smart Parking tahun 2018, saya mohon dukungannya,” ungkap Irianto Ahmad.

“Melalui Smart Parking kita ini ingin win-win solution. Parkir tertib, retribusi lancar, arus lalu lintas tidak terganggu, pengguna jasa parkir juga merasa aman dan nyaman. Dan yang pastinya pengelolaannya transparan dan akuntabel tanpa mengesampingkan pendapatan juru parkir,” ujarnya.

Irianto Ahmad menyampaikan bahwa penerapannya akan dilakukan secara bertahap. Disesuaikan dengan hasil survei dan pemetaan yang dilakukan oleh pihak PD Parkir dengan kualifikasi yang telah ditetapkan.

“Pihak kami masih terus melakukan survei dan uji petik untuk prioritas penerapannya, yang mana potensial, yang mana sedang, dan yang tidak potensial,” kata Irianto

Mengenai penyediaan alat, Irianto Ahmad membeberkan terdapat sejumlah pihak ketiga bahkan ada dari negara lain yang siap membantu. Dia mengatakan akan mempertimbangkan yang mana yang paling memenuhi kualifikasi.

“Kita akan pilih yang mana yang paling bagus, itu dilihat nanti. Kita fokus survei sebelum perluasan wilayah penerapan Smart Parking,” ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran program ini, kata Irianto Ahmad, PD Parkir akan melatih juru parkir menggunakan peralatan serta menjalankan aplikasinya. Namun, menurutnya yang paling penting perubahan pola pikir dan orientasi juru parkir.

“Kita tidak ada sedikitpun niat menghilangkan mata pencaharian jukir konvensional. Justru kami akan melatihnya menggunakan cara modern yang pastinya lebih aman dan tetap terpantau secara online,” kata Irianto.

Berita Terkini