pelayanan publik

Gelar Diskusi Akhir Tahun, PW IWO Bahas Pelajar dan Hoax

Sabtu, 30 Desember 2017 18:49 WITA Reporter :
Gelar Diskusi Akhir Tahun, PW IWO Bahas Pelajar dan Hoax

MAKASSARMETRO– Arus informasi semakin deras ditopang perkembangan teknologi yang semakin canggih. Perkembangan ini memberi kita untuk menerima informasi secara cepat dan nyaris tanpa dinding, melalui internet dan gawai atau ponsel cerdas.

Informasi yang diterima pun tidak boleh serta merta diserap begitu saja terutama pelajar. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Ismunandar saat menjadi narasumber dalam diskusi akhir tahun PW IWO Makassar, Sabtu (30/12/2017).

Menurutnya, hampir setiap orang memiliki akses informasi melalui smartphone, bahkan kalangan pelajar yang notabene umumnya masih labil. Makanya dia menekankan orang tua dan guru untuk memaksimalkan perannya untuk memfilter informasi yang diterima anak-anaknya.

“Orang tua dan guru berperan besar dalam memberikan pemahaman kepada anak, agar memfilter informasi yang diterima melalui kecanggihan teknologi informasi,” ungkap Ismunandar.

Ismunandar menambahkan Pemkot Makassar juga memaksimalkan kampanye gerakan Jagai Anakta’, ” Kita di Kota Makassar, digaungkan gerakan Jagai Anakta’, di sinilah bentuk upaya Pemkot Makassar untuk mendorong peran orang dewasa atau orang tua memberikan pemahaman sekaligus memproteksi anak-anak kita dari pemberitaan atau informasi yang belum tentu benar,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Sulsel, Haidar Madjid yang juga hadir sebagai narasumber mengatakan, berita palsu atau hoax merupakan merupakan beritanya yang mengandung kebenaran sama dengan nol. Menurutnya, penulara hoax tidak boleh dibiarkan.

“Hoax itu produk purbakala, seperti dusta dan fitnah, fiktif. Cuma di era informasi dan teknologi yang canggih jadi persebarannya cepat,” ungkap Haidar Madjid.

Menurutnya, khusus masalah pemberitaan di menekankan kepada hadirin agar memberitakan yang benar secara faktual, sebab pelajar juga mengkonsumsi informasi melalui gadgetnya dan sumber lain.

“Contohnya, prestasi yang diraih kota Makassar harus disampaikan kepada masyarakat. Selain itu mampu menciptakan dan membentuk sense of belonging (rasa memiliki) terhadap kotanya, maka ada ikhtiar regenerasi untuk merawat dan menjaga kota ini,” kata Haidar Madjid.

Persoalan ini, menurut Arqam Azikin, memerlukan penanganan yang sistematis pula. Dia mengatakan diperlukan pola penanganan khusus dengan melibatkan unsur-unsur yang terkait.

“Dinas Pendidikan perlu meramu formula yang outputnya mampu membuat pelajar mampu memilih dan memilah berita atau informasi. Maka peran dari semua pihak, baik keluarga, pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan untuk memecahkan persoalan ini perlu dibahas dalam kajian yang lebih mendalam,” ungkap Arqam Azikin yang merupakan Dewan Kode Etik PW IWO Sulsel.

Pimpinan Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW IWO) Sulsel menggelar diskusi akhir tahun dengan mengangkat tema “Pelajar Makassar Bijak Bersosmed dan Kenali Hoax”. Kegiatan ini digelar di Warkop 47, jln. Urip Sumoharjo dengan menghadirkan Dewan Kode Etik IWO, Arwana Azikin, Kadis Pendidikan Makassar Ismunandar dan legislator Partai Demokrat, Haidar Madjid.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca