Resmikan Medical Center UIT, Wali Kota Danny : Ini Pertanda Makassar Adalah Kota Modern

09 Jan 2018 15:51
Author: adminmmetro

MAKASSARMETRO– Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto meresmikan Clinic Medical Center Universitas Indonesia Timur, di jln. Jend. Sudirman, Selasa (9/1/2018).

Danny Pomanto ini menuturkan, dengan diresmikannya bangunan Clinik Medical Center UIT sebagai klinik estetika menjadi pertanda bahwa kota Makassar adalah kota modern.

” Karena hadirnya klinik estetika ini memberi tanda bahwa kebutuhan yang berkaitan dengan estetis tidak perlu ke mana-mana lagi, sudah ada di Makassar,” kata Danny Pomanto.

Tenaga medis yang berkualifikasi baik dan berasal dari luar negeri, lanjut Danny Pomanto, menduking penuh upaya yang diinisiasi oleh pihak swasta seperti Yayasan UIT ini dalam pemenuhan kebutuhan estetis warga.

“Kebutuhan-kebutuhan estetis kita tidak lagi ke mana-mana lagi, dokter-dokter memiliki kualifikasi yang baik dan inisiatif swasta yang sangat baik untuk itu tentunya Pemerintah Kota dan Provinsi tinggal mensupport,” ujarnya.

Sementara itu,  Ketua Yayasan Indonesia Timur Haruna menegaskan bahwa klinik  Medical Center Universitas Indonesia menyiapkan beberapa fasilitas dan diklaim baru ada di Makassar.

“Sekarang kan kilinik yang ada klinik canggih dan klinik ini merupakan klinik yang super canggih di mana ada satu fasilitasnya pertama di Makassar yang ada di lantai 4, fasilitas ini fasilitas yang dapat mempercantik diri seseorang, dan saya dengar fasilitas ini baru ada di Malaysia,” ujar Haruna

Selain itu, Haruna menyampaika yang menjadi kelebihan klinik ini, di mana ruang gawat darurat pasien masuk langsung ditangani tanpa ada pemeriksaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau perlengkapan administrasi yang lain.

“Biasanya pasien yang masuk UGD itu sudah mau meninggal, pihak rumah sakit harus meminta kepada pihak pasien untuk melengkapi persyaratan administrasi. kalau klinik Medical Center UIT langsung ditangani tanpa ada pemeriksaan administrasi, ini yang perlu . Jangan sampai pasien yang sudah meninggal baru datang kartunya,” pungkas Haruna.

Dia juga menyampaikan, jika pasien betul-betul tidak mampu maka tagihan pengobatan akan dibebankan ke.pihak Yayasan UIT.

Berita Terkini