Kunjungi Pasar Tradisional, Indira Mulyasari Belanja Sambil Menyapa Pedagang

22 Feb 2018 12:55
Author: adminmmetro

MAKASSARMETRO– Calon Wakil Wali Kota Makassar Indira Mulyasari Paramastuti belanja banyak di Pasar Tradisional Tidung Mariolo, Kecamatan Rappocini. Kamis 22 Februari 2018.

Masuk di gerbang pasar, Indira langsung membeli ayam potong. Kemudian berjalan masuk sampai ke dalam pasar. Beli ikan, sayur, bumbu dapur, dan ditawari jilbab. Semua belanjaan dimasukkan Indira ke dalam kantong. Sambil berjalan menyapa dan menyalami pedagang.

“Saya memang senang ke pasar, Bukan kali ini saja, tapi memang dari dulu” kata Indira.

Pasar Tidung Mariolo adalah pasar yang digelar di dalam lorong Jalan Bonto Daeng Ngirate. Pasar buka mulai pagi sampai malam. Menyediakan kebutuhan pangan dan sandang. Tidak hanya untuk warga Tidung, tapi banyak juga warga dari luar Kecamatan Rappocini singgah belanja sebelum pulang ke rumah.

Lapak pedagang di Tidung Mariolo memanjang mengikuti arah lorong. Sedikitnya ada 70 pedagang yang mendirikan tenda di sisi kiri dan kanan jalan.

“Sedikit banyak perlu pembenahan. Tanpa merugikan pedagangnya,” kata Indira.

Wakil Danny Pomanto dalam pemilihan kepala daerah di Makassar ini yakin, pasar tradisional seperti Tidung Mariolo tidak akan bubar. Karena maraknya pasar modern.

“Karena warga lebih suka belanja di pasar tradisional,” ungkap Indira.

Indira akan mempertahankan keberadaan pasar tradisional di Kota Makassar. Karena menurutnya, pasar memupuk ruang interaksi sosial antara warga. Kaya miskin, pejabat dan bukan pejabat, laki-laki perempuan, semua bisa bertemu di dalam pasar.

“Semua bisa tawar menawar harga. Tentu anda tidak akan mendapatkannya di pasar modern,” katanya.

Untuk menjaga kenyamanan dan keamanan pasar, kata Indira, setiap saat harus ada pembenahan. Pedagang, pembeli, dan masyarakat yang tinggal di sekitar pasar diajak untuk menjaga kebersihan dan keindahan pasar.

“Suasana tradisional seperti ini perlu dipertahankan. Selama tidak mengganggu kenyamanan warga sekitar,” katanya.

Melihat ciri khas pasar tradisional di daerah lain, misalnya di pinggir sungai atau pinggir pantai, Indira yakin Makassar juga punya ciri khas. Pasar tidak lagi tempat transaksi jual beli.

“Kita bisa buat pasar tradisional jadi tempat wisata,” katanya.

Berita Terkini