Lahan Pertanian dan Perikanan Digerus Pembangunan, DP2 Makassar Tetap Semangat

Sabtu, 11 Agustus 2018 00:12 WITA Reporter :
Lahan Pertanian dan Perikanan Digerus Pembangunan, DP2 Makassar Tetap Semangat

MAKASSARMETRO– Dewasa ini negara kita sudah mulai mengalami kritis lahan pertanian dan perikanan, hal ini diakibatkan pembangunan infrastruktur semakin sengit. di sisi lain diperlukan dalam mengakomodir kebutuhan masyarakat utamanya atas kebutuhan hunian dan investasi yang menyerap tenaga kerja seperti pabrik dan mall, tidak terkecuali Kota Makassar.

Hal tersebut tak membuat patah arang Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Makassar, Abd. Rahman Bando untuk menciptakan lahan pertanian dan perikanan di Kota Makassar walaupun di tengah pembangunan gedung-gedung pencakar langit semakin sengit.

Menurut Rahman Bando, untuk menciptakan lahan perikanan dan pertanian di tengah pembangunan infrastruktur di Kota Makassar ada beberapa cara. Di antaranya dengan memberdayakan masyarakat yang berdomisili di lorong-lorong dengan memanfaatkan lahan tidur.

“Lahan perikanan di Makassar saat ini semakin sempit, nah bagaimana caranya agar lahan perikanan ini hadir lagi, kita berdayakan masyarakat di lorong dengan memberikan bantuan berupa bibit ikan dan memfasilitasi membuat kolam pemeliharaan ikan, seperti kolam tanah, kolam semen dan kolam terpal di lorong,” ujar Abd. Rahman Bando.

Tak hanya itu lahan pertanian di Kota Makassar pun mengalami pergeseran, penyebabnya pembangunan infrastruktur semakin tinggi, untuk itu pada tahun 2016 sebelum Dinas Kelautan, Perikanan Pertanian dan Peternakan (DKP3) berubah menjadi Dinas Perikanan Pertanian (DP2).

Rahman Bando, berinovasi membentuk sebuah gerakan untuk melahirkan lahan hijau di lorong-lorong yang disebut Lorong Garden dimana saat ini dikelola Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar.

“Waktu saya menjabat sebagai Kepala DKP3 sebelum berubah DP2 pada tahun 2016, melalui arahan pak Wali kota kita menciptakan Lorong Garden (Longgar), yang saat ini dikelola DKP,” ujarnya.

Kata Rahman, program tersebut merupakan bagian dari menciptakan lahan pertanian di Kota Makassar dengan menanam beberapa tanaman yang bisa menunjang masyarakat Kota Makassar yang ada di lorong-lorong.

“Kegiatan ini sudah sesuai apa yang menjadi visi dari Pak Walikota yakni dengan merekonstruksi nasib warga Makassar yang berstandar dunia,” ujar Rahman Bando.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca