Pasca Gempa Sulteng, Berikut Lokasi Posko-Posko Pengungsian Yang Tersedia

Minggu, 30 September 2018 23:34 WITA Reporter :
Pasca Gempa Sulteng, Berikut Lokasi Posko-Posko Pengungsian Yang Tersedia

MAKASSARMETRO– Hingga detik ini Korban yang dinyatakan meninggal terus bertambah, setidaknya dari data sementara korban meninggal berjumlah 832 orang.

Selain itu yang mengalami korban luka berat dan ringan yang perlu mendapat perawatan juga terus meningkat jumlahnya.

Sementara fasiliitas Rumah Sakit darurat maupan Rumah Sakit yang masih berfungsi belum mampu memberikan pelayan maksimal, pasalnya belum tersedianya aliran listrik dan air bersih.

Selain para korban, para pengungsi juga terus bertambah karena banyaknya rumah dan bangunan yang mengalami kerusakan parah.

Ditambah lagi gempa susulan masih serin terjadi membuat para warga memilih tinggal di posko-posko pengungsian yang telah didirikan di beberapa lokasi, Minggu (30/09/2018).

Berikut lokasi-lokasi posko pengungsian :
1. Lapangan Vatulemo, 1.000 pengungsi
2. Halaman Perkantoran, 2.000 pengungsi
3. Bundaran Biromaro, 2.000 pengungsi
4. Makorem, Kelurahan 300 pengungsi
5. Masjid Raya Palu, 300 pengungsi
6. Poboya Mako Sabhara, 5.000 pengungsi
7. Lapangan Anoa, 100 pengungsi
8. Lapangan Paqih Rasyid, 500 pengungsi
9. GOR Siranindi, 200 pengungsi
10. Belakang Basarnas, belakang Gerindra, sekitar Jalan Basuki Rahmat, 100 pengungsi
11. Jalan Maleo 91, 100 pengungsi
12. Pantoloan Boya (SD belakang Pustu), 200 pengungsi
13. Gunung Pantoloan Boya, 500 pengungsi
14. Camping Baiya, 882 anak
15. Pantoloan Boya 3 titik, 200 pengungsi
16. Dinsos, 100 pengungsi
17. Lapangan Perdos, 1.000 pengungsi
18. Jalan Garuda, 250 pengungsi
19. Lapangan Dayodara, 700 pengungsi
20. Halaman Detasemen, 100 pengungsi
21. BTN Lasoani, 300 pengungsi
22. Lapangan Kawatuna, 300 pengungsi
23. Mako Satbrimob Mamboro, 400 pengungsi
24. Polda Baru Soetta, 200 pengungsi

Hingga berita ini dinaikkan bantuan berupa makanan, pakaian, selimut, tenda, air bersih, dan kebutuhan kebutuhan logistik lainnya masih menjadi kebutuhan urgent bagi para pengungsi.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca