Tak Terima Adiknya Dipukul Mantan Suami, Adik Kakak Habisi Nyawa Korban
MAKASSARMETRO– Polres Pelabuhan Makassar berhasil meringkua 3 pelaku penganiayaan hingga meninggal dunia. 3 pelaku menganiayaan korban dengan menebas dan menikam korbanya hanya karena tak terima adiknya Irawati dipukul oleh korban Agus (26)
Ketiganya yakni Imran (30) dan Muh Irfan (22) yang merupakan kakak beradik sementara Junaedi (22) yang merupakan pacar dari adik Imran yakni Irawati.
“Pada malam minggu ini mendengar adiknya dipukul tadi maka dicari tidak didapat makanya hari Selasa korban di cari dan ketemu. Korban dicegat oleh imran kemudian menebas hingga korban lari dilorong kemudian ditebas dan ditikam oleh para pelaku,” kata Kapolres Pelabuhan, AKBP Aris Bachtiar, melalui rilisnya, Rabu (31/10/2018).
Kedatangan korban sendiri cemburu lantaran Irawati kembali menjalin hubungan dengan Junaedi setelah pernikahan keduanya brakhir dengan cerai.
“Irawati dengan korban perna suami isteri sudah cerai. Statusnya korban sudah duda dan Irawati kembali menjalin hubungan dengan juneidi alis Jeck. Seperti itulah (cemburu) tapi lebih tepanya mengetahui adiknya di pukul dan disampaikan oleh kakaknya,” jelasnya.
Selain mengamankan tiga pelaku, polisi juga berhasil mengamankan sebilah parang, 1 buah badik, dan 1 buah kayu yang digunakan pelaku menghabisi nyawa korban.
Ketiganya kini diamankan di Polres Pelabuhan Makassar untuk mempertangung jawabkan perbuatanya.
Namun sebelum kejadin peritiwaa ini malam minggu sodara irawati perna di pukul oleh korban, irawati itu adalah adik dari imran. Kemudian pada malam minggu ini mendengar adiknya di pujul tdi cari tdk di dapat, makanya hari selasa korban di cari dan ketemu.
Irawati dengan korban perna suami isteri sudah cerai. Statusnya korban sudah jadi irawati kembali menjalin hubungan junaidi alis jek. Seprrti itulah tapi lebih tepanya mengetahui adiknya di pukul dan disampaikan oleh kakaknya,
Kedua melakukan penganiayaan terhadap korban bernama Agus (28) di Kompleks PU, Jalan Kalimantan, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar. Dimana korban meninggal dunia di lokasi kejadian dengan bersimbah darah karena mengalami luka tusuk di sekujur tubuh.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan AKP Benny Pornika mengatakan, ada informasi terkait penganiayaan, anggota langsung ke lokasi dan menemukan korban bersimbah darah dan dies dunia. Menghasilkan anggota dan melakukan meringkus pelaku.
“Hanya beberapa jam, kedua pelaku yang merupakan kakak beradik ini berhasil diamankan,” ucap Benny Pornika.
Dia menyebutkan, korban meninggal dunia karena karena dianiaya menggunakan senjata tajam. Ia mengalami luka di sekujur tubuh seperti luka robek di mulut, luka tusuk di dada, paha kiri, siku kiri, betis kiri, lutut kanan, dan bahu kiri.
Saat melakukan interograsi, kedua kakak beradik ini mengakui perbuatannya telah melakukan penganiayaan terhadap korban karena dendam. Dimana dendam itu karena korban pernah sebelumnya melompat adik pelaku (Irfan).
“Motifnya dendam. Mantan korban dari Irfan waktu malam. Dan malam itu, di mana-mana tidak bisa di dapat. Bisa langsung dianiaya hingga meninggal dunia,” tambahnya.
Lebih jauh, Benny menjelaskan bahwa dalam penganulitan tersebut ternyata tidak hanya dilakukan oleh kakak beradik tersebut. Akak, seorang pria bernama Jack, terlibat dalam penganiayaan itu. Dan kini Jack, masih dalam pengejaran petugas.
“Rekannya atas nama Jack, sementara dalam pengejaran anggota. Kemudian, untuk kedua tersangka telah diamankan di Mapolres untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya.