Update Tsunami Selat Sunda: 43 Meninggal, Ratusan Luka, 2 Hilang

Minggu, 23 Desember 2018 12:52 WITA Reporter :
Update Tsunami Selat Sunda: 43 Meninggal, Ratusan Luka, 2 Hilang Foto Ilustrasi (Tempo Foto)

MAKASSARMETRO– Musibah tsunami terjadi di Selat Sunda, yang berefek di kawasan Pandeglang, Banten, dan Lampung, Sabtu (22/12/2018).. Akibatnya, kerusakan berat dan korban berjatuhan di kawasan tersebut.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melalui akun Twitter resminya menyebut, korban jiwa mencapai 43 orang sedangkan 543 korban luka-luka dan 2 orang hilang.

“Hingga 23/12/2018 pukul 07.00 WIB, data sementara dampak tsunami di Selat Sunda: 43 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka dan 2 orang hilang,” kata Sutopo Purwo Nugroho seperti dikutip makassarmetro.com.

Berdasarkan informasi yang diterima, bassis band Seventeen, Bani serta Road Manager Seventeen, Oki Wijaya turut menjadi korban. Peserta family gathering PLN juga menjadi korban, 7 orang meninggal dunia.

Dikutip dari Viva, bahkan anak pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga turut menjadi korban. Diketahui dia ikut rombongan kegiatan yang digelar salah satu divisi Kemenpora di Tanjung Lesung, Pandeglang.
Disebutkan pula oleh Sutopo, kerugian fisik akibat kejadian ini 430 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, 10 kapal rusak berat dan puluhan lainnya rusak.

Sutopo merinci di Kabupaten Pandeglang menjadi wilayah paling parah. Tercatat 33 orang meninggal dunia, 491 orang luka-luka, 400 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, dan 10 kapal rusak berat.

“Daerah yang terdampak adalah permukiman dan kawasan wisata di sepanjang pantai seperti Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Penimbang, dan Carita. Saat kejadian banyak wisatawan berkunjung di pantai sepanjang Pandeglang,” ujarnya.

“Di Lampung Selatan, 7 orang meninggal dunia, 89 orang luka-luka, dan 30 unit rumah rusak berat. Sedangkan di Serang tercatat 3 orang meninggal dunia, 4 orang luka-luka, dan 2 orang hilang. Pendataan masih dilakukan. Kemungkinan data korban dan kerusakan akan bertambah,” tambahnya.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca