Libas Arsenal, Pelatih Liverpool Anggap Ini Kado Istimewa Di Akhir Tahun

Minggu, 30 Desember 2018 14:12 WITA Reporter :
Libas Arsenal, Pelatih Liverpool Anggap Ini Kado Istimewa Di Akhir Tahun

MAKASSARMETRO– Menang telak dengan skor mencolok 5-1 atas Arsenal, membuat Liverpool kini berada di posisi nyaman, bahkan berhasil memastikan diri sebagai juara akhir tahun 2018 Premier League usai kemenangan atas The Gunners (Julukan Arsenal), Stadion Anfield, Minggu (30/12) dinihari.

Liverpool yang sempat tertinggal lebih dulu, akhirnya mengamuk dengan mengandalkan trisula maut mereka (Firmino, Mohammad Salah, dan Sadio Mane) yang masing-masing berhasil mencetak gol hingga akhirnya The Reds (julukan Liverpool) menang telak 5-1.

Bahkan, ujung tombak The Reds, Roberto Firmino berhasil mencetak Hattrick yang dilengkapi gol Sadio Mane, serta penalti Mohammad Salah.

Dengan tambahan tiga poin ini, Liverpool makin kukuh di puncak klasemen dengan 54 poin dari 20 laga berlalu.

The Reds dan para pendukungnya makin bersuka cita, pasca kekalahan pesaing terdekat mereka, Tottenham Hotspur yang secara mengejutkan dikalahkan Wolverhampton dengan skor 1-3.

Liverpool kini tinggal duduk manis menunggu hasil pertandingan Southampton versus Manchester City malam nanti sambil berharap ada kejutan lainnya dari Soton untuk juara bertahan.

Jika itu terjadi, Liverpool akan unggul 10 angka saat melawat ke Etihad Stadium, kandang Manchester City pekan depan.

Namun pelatih The Reds, Jurgen Klopp tak begitu memusingkan jarak poin yang menguntungkan timnya itu. Sebab paruh kedua musim baru berjalan dan apapun bisa terjadi.

Saat ini Klopp hanya merasa, bahwa kemenangan atas Arsenal ini merupakan kado terspesial dalam mengakhiri kompetisi di akhir tahun 2018, dan bisa memulai tahun baru dengan lebih semangat.

“Saya sebenarnya sangat ingin kami bertukar dan Anda semua datang ke sini, saya ke sana (laga Spurs vs Wolves), maka dari itu daripada jumawa mending kita lihat kemenangan ini sebagai awal yang baik dalam memulai tahun 2019” ujar Klopp seperti dikutip dari Sky Sports.

“Ngomong-ngomong, untuk kasus kami, besok bisa saja selisih menjadi tujuh poin dan akan jadi empat poin ketika kami menghadapi City. Itu mungkin kok,” sambungnya.

Jurgen Klopp juga mengingatkan anak asuhnya, bahwa ini adalah kompetisi Liga Inggris, paling ketat dijagad Bumi, semuanya tidak mudah.

“Saya bukan orang terpintar di dunia tapi saya sama sekali juga tidak ingin dianggap idiot, ini adalah kompetisi Liga (Premier League) terketat di dunia, saya tidak mau menganggap semuanya mudah, meski itu hanya sekali,” ujar Klopp.

“Tidak penting seberapa banyak poin yang dipunya di bulan Desember, bahkan di akhir Desember, dalam sepakbola semua hal masih,” lanjutnya.

Sebagai catatan Liverpool sendiri punya pengalaman tak bagus saat memimpin klasemen di Desember ketika mereka dua kali gagal jadi juara pada musim 2008/2009 dan 2013/2014.

“Sebelum laga kami dengar soal kekalahan itu karena hasil Tottenham muncul di layar. Apakah Anda pikir pesta langsung? Saya tidak melihat sama sekali senyum pemain di ruang ganti. Cuma lihat hasilnya dan kami pun bermain,” tutupnya.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca