Lama Tak Ada Kabarnya, Pebalap Indonesia Ini Raih Prestasi di Ajang Balap International

Kamis, 03 Januari 2019 17:14 WITA Reporter :
Lama Tak Ada Kabarnya, Pebalap Indonesia Ini Raih Prestasi di Ajang Balap International

MAKASSARMETRO– Mantan Pebalap Nasional, yang cukup berprestasi dengan pernah mengikuti ajang balap Moto Gp di Kelas 250 CC atau kini bernama Moto 2, Doni Tata Pradita lama tak terdengar kabarnya, kini Ia kembali meraih prestasi cukup bergengsi.

Pebalap nasional Gerry Salim dan Doni Tata sukses menyabet posisi tertinggi balap supermoto bergengsi Trial Game Asphalt (TGA) 2018 pada seri akhir di Sirkuit Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu 29 Desember 2018 lalu.

Perjuangan Doni Tata Pradita meraih predikat Juara Umum FFA 250 Trial Game Asphalt (TGA) 2018 tidaklah muda, Sepanjang balapan di seri terakhir, Doni berusaha berada di jalur poin untuk tetap mengamankan posisinya di klasemen teratas.

Doni memang tak perlu ngotot di seri terakhir di Malang mengingat bekal sebagai juara putaran sebelumnya di Semarang, Yogyakarta, dan Solo. Hasilnya Doni menempati urutan kelima dalam race pertama dan kemudian finish di peringkat empat dalam race kedua.

Dengan hasil itu pebalap yang pernah tampil di kejuaraan balap motor dunia kelas 250 cc atau Moto2 ini mendapat tambahan 34 poin. Hasil ini sudah cukup untuk Doni mengamankan posisi teratas kelas FFA 250 dengan raihan total 225 poin. Meninggalkan pesaing terdekatnya Tommy Salim dengan 203 poin dan Farudilla Adam dengan 119 poin.

“Saya berusaha mengamankan poin dengan tetap finish. Menyempurnakan poin tertinggi agar tetap menjadi juara umum. Hal Ini tidak mudah karena balapannya sangat kompetitif,” ungkap Doni Tata dikutip dari Kompas.com, Kamis (20/12/2018).

Kami tidak hanya bersaing di sirkuit, tetapi juga berkompetisi dalam stamina mesin, performa mekanik, dan tentunya jam terbang pebalap.” Tambahnya.

Tercatat pada kelas ini, pebalap Indonesia lainnya, seperti Gerry Salim berhasil menjadi juara seri Malang. Disusul Tommy Salim (juara kedua), Dimas Ekky (juara ketiga), dan Farudilla Adalam (juara keempat).

Selain FFA 250, perebutan gelar juara umum juga terjadi di kelas Trail 175 Non Pro dan Trail 175 Open. Erick Chandra berhasil merajai kelas Trail 175 Non Pro dengan 202 poin setelah finish tercepat dalam dua kali race.

Sementara itu di Trail 175 Open, gelar juara umum digenggam oleh Farudilla Adam. Finish kedua baik di race pertama dan kedua di Kanjuruhan, pebalap kelahiran Malang ini berada di puncak klasemen dengan total 212 poin.

Untuk kelas FFA 450 Internasional, ditengah trek yang basah, Gerry Salim sukses menyudahi perlawanan para pebalap top Eropa sekaliber Lewis Cornish (UK), Germain Vincenot (France), dan Jan Deitenbach (Germany) .

“Jan Deitenbach menjadi lawan tangguh buat saya di balapan ini. Dia punya permainan yang bagus. Setiap kali masuk tikungan, Germain mampu bermain dengan slide yang sempurna. Tapi dari awal saya terus berusaha mencapai limit,” papar Gerry Salim.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca