pelayanan publik

Dongkrak Kesejahteraan Petani Karet, Pemerintah Hadirkan Solusi !

Jumat, 11 Januari 2019 15:47 WITA Reporter :
Dongkrak Kesejahteraan Petani Karet, Pemerintah Hadirkan Solusi !

MAKASSARMETRO– Pemerintah Republik Indonesia sepakat untuk memberikan pembinaan kepada para petani karet di Indonesia agar produknya bisa diserap dengan harga yang tinggi.

langkah tersebut diambil, Pasalnya sampai saat ini, harga karet dari petani masih di bawah rata-rata harga jualnya.

Direktorat Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementerian Pertanian, Bambang mengatakan pembinaan pemerintah kepada para petani karet tanah air adalah mengenai kualitas dari produk itu sendiri.

Menurut penuturan Bambang pemerintah akan menggunakan karet dalam negeri sebagai campuran pembuatan aspal jalan.

“Ini sedang kita tindak lanjuti. Tapi kan harus ada spesifikasi teknis untuk bisa penuhi permintaan agar dapat dijadikan bahan dasar pengolahan karet untuk aspal,” kata Bambang usai rakor karet di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (11/1/2019) dikutip dari detikFinance.

Rakor karet yang dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung sampai sekitar pukul 10.45 WIB, turut dihadiri Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Oke Nurwan.

lebih lanjut kata Bambang, pemerintah sudah menetapkan spesifikasi atau kualitas karet yang dijadikan sebagai campuran membuat aspal.

Sehingga pembinaan terhadap petani untuk saat ini harus gencar dilakukan oleh pemerintah agar kesejahteraan para petani dapat terdongkran lebih baik.

Berdasarkan volume, produksi karet nasional sebesar 3,7 juta ton. Sedangkan yang dibina pemerintah sebesar 220 ribu ton dan ini yang harus disesuaikan kualitasnya dengan ketentuan Kementerian PUPR dan Kementerian Perindustrian.

“Tinggal ditingkatkan lagi kualitasnya untuk penuhi pasar dalam negeri,” ujarnya.

Dengan adanya penyesuaian kualitas, maka harga jual karet di tingkat petani pun akan mengalami peningkatan sebesar Rp 4.000-Rp 5.000 per kilogram (kg).

Harga karet sempat jatuh di angka Rp 3.000 hingga 4.000 per kilogram (kg). Padahal, seharusnya harga karet idealnya berada di angka Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per kg.

“Dengan peningkatan mutu bongkar, itu menjamin peningkatan harga Rp 5.000 per kg,” papar Bambang.

Tidak hanya itu, penetapan harga karet untuk campuran aspal diharapkan sebesar Rp 9.000-Rp 10.000 per kg. Sehingga ada keuntungan yang wajar didapat para petani.

“Artinya kita dorong petani hasilkan spek yang dibutuhkan itu supaya harganya bisa masuk. Jadi petani dapat untung yang wajar,” tutupnya.

Topik berita Terkait:
  1. Nasional
Berikan Komentar
Komentar Pembaca