somberena parlementa

Bawaslu Makassar Klarifikasi Soal Laporan 15 Camat yang Dihentikan

Jumat, 01 Maret 2019 23:16 WITA Reporter : Anki
Bawaslu Makassar Klarifikasi Soal Laporan 15 Camat yang Dihentikan

MAKASSARMETRO– Beredarnya foto berkas penghentian kasus laporan 15 Camat se-Kota Makassar atas pelanggaran Pemilu 2019 segera diklarifikasi oleh pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar.

Nursari selaku Ketua Bawaslu menjelaskan bahwa berkas penghetian kasus yang terpajang di papan pengumuman Bawaslu tersebut memang benar adanya namun ia meluruskan opini yang menyebut bahwa Bawaslu telah menghentikan kasus 15 camat se-Kota Makassar.

Nursari mengungkapkan apa yang telah diumumkan oleh pihak Bawaslu tersebut hanya merupakan 1 dari 12 laporan sehingga, 11 laporan lainnya terkait kasus tersebut masih berlanjut.

“Itu hanya 1 laporan yang kami hentikan dari 12 laporan yang masuk jadi tidak benar bahwa bila ada pihak yang mengatakan bahwa Bawaslu tidak menindak lanjuti kasus 15 camat ini,” ungkap Nursari.

“11 laporan masih tetap berlanjut dan sementara tahap pengkajian, bahkan 6 diantaranya telah sampai ke Bawaslu Provinsi dan satunya ke Bawaslu pusat,” sambungnya.

Hal tersebut juga ditambahkan oleh Sri Wahyuningsih selaku Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Makassar yang menyebut bahwa 1 laporan dari 12 laporan itu tidak ditindak lanjuti lantaran, alat bukti dan saksi tidak mampu dihadirkan oleh si pelapor.

“Memang benar kami putuskan untuk tidak menindak lanjuti 1 laporan dari 12 laporan yang masuk terkait adanya pelanggaran oleh ASN dalam hal ini 15 camat se-Kota Makassar,” katanya

“Hal itu karena pelapor tidak mampu menghadirkan saksi sehingga kami putuskan dihentikan, sementara 12 laporan yang lain masih lanjut,” tukasnya.

Dirinya juga sangat yakin bahwa berdasarkan bukti yang ada melalui rekaman video, 15 camat se-Kota Makassar ini sulit lepas dari jerat sanksi yang nantinya menjadi wewenang komisi ASN.

Namun Ia menegaskan agar semua pihak sabar menunggu karena semuanya harus dikaji secara tuntas sebelum diputuskan sebab pemeriksaan saksi juga masih berlangsung.

Sri Wahyuningsih menyebut saat diwawancara sedianya pekan depan mantan Gubernur Sul-Sel 2 periode, Syahrul Yasin Limpo juga akan dipanggil sebagai saksi.

“Kami masih terus mengkaji pelanggaran apa yang dilakukan sebab pasal 280 ayat 2 tentang pelaksana, peserta atau tim kampanye dilarang mengikutsertakan ASN dalam agenda politik terselubung, inshAllah kami akan panggil juga Syahrul Yasin Limpo sebagai saksi,” tutupnya.

Topik berita Terkait:
  1. Politik
Berikan Komentar
Komentar Pembaca