somberena parlementa

Telan Sperma Pacarnya, Wanita Spanyol Ini Kesulitan Bernafas

Selasa, 12 Maret 2019 14:43 WITA Reporter : Anki
Telan Sperma Pacarnya, Wanita Spanyol Ini Kesulitan Bernafas Ilustrasi

MAKASSARMETRO– Seorang wanita menderita reaksi alergi yang hampir meregang nyawanya setelah melakukan seks oral pada pasangannya. Wanita berusia 31 tahun itu muntah dan kesulitan bernapas setelah menelan sperma pacarnya.

Dia dilarikan ke rumah sakit di Alicante, Spanyol, tempat para dokter mencurigai dia mengalami syok anafilaksis, dikutip dari Mirror, Selasa (12/3/2019).

Wanita itu mengungkapkan bahwa dia memiliki alergi terhadap penisilin tetapi membantah telah menggunakan obat, atau makanan yang tidak biasa, sebelum melakukan fellatio.

Tetapi petugas medis di Rumah Sakit Umum Universitari d’Alacant mendapati pacar wanita tersebut telah mengonsumsi asam amoksisilin-klavulanat, suatu bentuk penisilin untuk mengobati infeksi telinga sebelum hubungan seksual mereka.

Diyakini kasus ini adalah yang pertama dari jenisnya yang pernah dicatat. British Medical Journal Case kini menggunakan kasus itu sebagai peringatan bagi orang lain.

Susana Almenara, penulis utama laporan tersebut, telah mendesak siapa pun yang memiliki alergi obat yang dikenal untuk “mewaspadai” risiko potensial dan memastikan mereka menggunakan kondom saat berhubungan seks.

“Kami berpikir bahwa sebagai dokter, penting untuk mewaspadai fenomena ini, demikian juga untuk menginformasikan dan mencegah reaksi yang berpotensi serius pada pasien yang peka,” ungkap Almenara.

“Kami juga merekomendasikan penggunaan kondom selama perawatan dengan obat-obatan yang dapat memicu respons hipersensitivitas pada pasangan,” lanjutnya.

Dia juga menambahkan, ini adalah kasus pertama yang dilaporkan tentang kecurigaan anafilaksis yang diinduksi amoksisilin pada seorang wanita setelah kontak seksual dengan seorang pria yang menggunakan obat itu.

Pria itu, yang juga tidak diidentifikasi, minum obat empat jam sebelum melakukan kontak seksual dengan sehingga memicu kesulitan bernafas atau sesak nafas pada sang pacar.

Akibat kelalaian tersebut, sang kekasih pun harus menghabiskan waktunya sekitar satu minggu untuk pulih dan keluar dari rumah sakit. Dia juga harus senantiasa diberi dosis adrenalin, steroid, dan salbutamol.

Almenara mengutip angka-angka dari penelitian lain yang menunjukkan sekitar satu dari 250 perawatan penisilin menghasilkan kejutan anafilaksis.

“Kami telah mendeteksi beberapa kekhawatiran tentang masalah ini dalam konsultasi yang dilakukan oleh pasien yang sensitif di forum internet,” bebernya.

“Kekhawatiran ini pada bagian dari pasien disertai dengan kurangnya informasi ilmiah tentang pertanyaan ini,” sambungnya.

Almenara menutup penjelasannya dengan memaparkan bahkan kehadiran alergen terkecil, seperti penisilin, dalam semen dapat menyebabkan anafilaksis. 

Topik berita Terkait:
  1. Nasional
Berikan Komentar
Komentar Pembaca