somberena parlementa

Modus Es Teler, Pemilik Kos Ini Tega Perkosa 4 Siswi SMK di Jeneponto

Rabu, 13 Maret 2019 15:05 WITA Reporter : Helmi
Modus Es Teler, Pemilik Kos Ini Tega Perkosa 4 Siswi SMK di Jeneponto

MAKASSARMETRO– Sebanyak empat siswi di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan menjadi korban pemerkosaan seorang pria pemilik kos-kosan, berinisial EN (38).

Seperti dikutu dari Tribun Jeneponto, diketahui para siswi tersebut masing-masing berinisial S (16) serta ketiga teman sebayanya N, F dan FR diduga menjadi korban pelampiasan nafsu EN. 

Dikabarkan juga bahwa pelaku EN telah berhasil diamankan oleh pihak berwajib dalam hal Kepolisian Resort (Polres) Jeneponto akibat perbuatan pencabulan yang dilakukannya, pada Selasa (12/3/2019).

Kepada awak media, korban berinisial S menceritakan bagaimana kronologi kejadian sehingga pelaku nekad melakukan tindakan asusila tersebut kepada dirinya bersama teman-temannya.

Kejadian mengerikan itu berawal dari S yang sedang menyapu di rumah indekos milik pelaku EN yang bertempat di Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto. Ia dan N, F serta FR memang satu kos di sana.

Tiba-tiba saja saat menyapu datanglah ibu kos yang merupakan istri EN. Ibu kos menawarkan empat es teler untuk S bersama tiga temannya.

“Saat itu saya sedang menyapu, lalu datang istrinya bawa es teler. Istrinya bilang ini es teler buat kamu minum sama temanmu. Lalu saya bagi es itu dan kami minum,” kata S, Jumat (8/3).

Tak ada kecurigaan apapun, S bersama tiga temannya meminum es teler pemberian ibu kos. Usai meminumnya, empat siswi itu kepalanya pusing.

Mereka kemudian memutuskan masuk kamar untuk beristirahat karena sakit kepala yang dirasakan ketiganya sudah tidak tertahankan.

“Tidak lama kemudian setelah esnya habis saya merasa pusing dan saya masuk kamar, bersama yang lainnya” ujar S.

Setelah masuk kamar, S dan tiga temannya pingsan. Mereka sudah tak merasakan apa-apa lagi saat itu semua kejadian tidak bisa mereka sadari lagi.

“Saat habis minum es itu sudah tidak ada lagi yang saya rasakan,” jelasnya.

Dua jam kemudian S terbangun dari pingsannya. Bak disambar geledek di siang bolong, S mendapati dirinya terbangun di pelukan bapak kosnya, EN.

Lebih syok lagi S mendapati celananya sudah melorot. S juga mengaku kemaluannya merasakan sakit, mendapati hal tersebut, S dan ketiga rekannya segera melapor ke Polres Jeneponto.

Penangkapan pelaku juga telah dikonfirmasi langsung oleh Kapolres Jeneponto, AKP Boby Rachman yang menyebut bahwa saat ini pelaku telah dalam proses penyidikan.

“Kita sudah mengamankan terduga pelaku dan dalam sedang dalam proses penyelidikan lebih lanjut” kata AKP Boby Rachman.

Diketahui pelaku EN (38) bekerja sebagai wiraswasta dan tinggal di sebuah ruko di kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.

Atas peristiwa ini puluhan keluarga korban mendatangi Mapolres Jeneponto untuk menuntut keadilan, mereka meminta kepada pihak Polres Jeneponto transparan dan memberikan sanksi yang berat kepada pelaku.

Salah seorang keluarga Nur Alim mengaku tujuannya ke Mapolres Jeneponto untuk meminta keadilan, ia mengatakan bahwa apa dilakukan oleh pelaku adalah kebiadaban yang pantas mendapat hukuman berat.

“Tujuan dari pada kedatangan kami kemari untuk meminta keadilan, di mana keadilan harus ditegakkan seadil-adilnya sesuai perlakuan terduga pelaku terhadap keluarga kami,” kata Nur Alim, Rabu (13/3/2019).

Alim menduga jika es teler yang diberikan kepada S dan tiga rekannya sudah terlebih dahulu dibubuhi obat bius.

“Kita meminta kepada Polres Jeneponto untuk melakukan pemeriksaan terhadap dugaan obat yang diberikan juga dilakukan visum terhadap keempat korban,” jelasnya.

Diketahui S dan tiga rekannya sengaja indekos karena sedang Praktik Kerja Lapangan (PKL) di salah satu sekolah di Jeneponto.

Topik berita Terkait:
  1. Kriminal
Berikan Komentar
Komentar Pembaca