pelayanan publik

KPK Tepis Persepsi Prabowo Terkait Kebocoran Anggaran 2.000 Triliun

Senin, 08 April 2019 19:53 WITA Reporter : Anki
KPK Tepis Persepsi Prabowo Terkait Kebocoran Anggaran 2.000 Triliun

MAKASSARMETROРWakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Saut Situmorang menjelaskan maksud pernyataan koleganya, Basaria Pandjaitan, yang kemudian dikutip capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Saut menyebut pernyataan Basaria telah di salah persepsikan.

Saut menjelaskan bahwa pernyataan Prabowo itu meng-quoted dari salah satu Wakil Ketua KPK lainnya, Basaria Pandjaitan.

Ia membeberkan, bahwa Sebenarnya statement itu lebih banyak datang dari dirinya, “Saya mengatakan Indonesia ini bisa mengumpulkan sampai Rp 4.000 triliun,” kata Saut di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (8/4/2019).

Lebih Saut juga menerangkan bahwa APBN k sekarang ini mencapai Rp 2.400 T. “Kami berdiskusi di banyak tempat, kita bisa mengejar Rp 4.000 T,” bebernya.

Saut Situmorang menegaskan bila yang disampaikannya itu bukanlah terkait kebocoran melainkan sebuah penjelasan tentang potensi APBN bila pengelolaan negara ini dilaksanakan dengan baik.

“Jadi kekurangan sekitar 2.000 triliun, jadi itu bukan kebocoran, (tapi) potensi (pendapatan untuk APBN). Itu bukan soal kebocoran yang disampaikan oleh Ibu (Basaria) itu. Kita itu sebenarnya punya potensi banyak lagi (untuk APBN),” kata Saut.

Dia mencontohkan salah satu peran KPK dalam mengawal pendapatan negara ketika berkoordinasi dengan Ditjen Bea Cukai dan Ditjen Pajak. Saut juga memamerkan upaya KPK ketika DKI Jakarta bisa meningkatkan pajak daerahnya setelah mendapatkan pendampingan lembaga antirasuah itu.

“Jadi kita mengejar (APBN) Rp 4.000 triliun. APBN kita kalau Rp 4.000 triliun nah bayangintuh berapa lagi MRT yang harus kita bangun,” ungkapnya.

Sehingga Saut menegaskan, bukan kehilangan yang disebutkan oleh Basaria, dan Prabowo dia anggap telah keliru mempersepsikan apa yang disampaikan Ibu Basaria.

Dalam beberapa kesempatan Prabowo menyampaikan kebahagaiannya karena KPK disebutnya mengakui soal adanya kebocoran keuangan negara yang kerap disuarakannya. Prabowo mengutip ucapan Basaria tentang kebocoran itu.

Topik berita Terkait:
  1. Nasional
Berikan Komentar
Komentar Pembaca