somberena parlementa

Aston Makassar Hotel Gelar Gerakan ANTIK untuk Hari Bumi Sedunia

Senin, 22 April 2019 19:27 WITA Reporter : Anki
Aston Makassar Hotel Gelar Gerakan ANTIK untuk Hari Bumi Sedunia

MAKASSARMETRO– Jelang ulang tahun yang ke-7 tahun, Aston Makassar Hotel & Convention Center meluncurkan Gerakan Aston Tolak Plastik (ANTIK) di sepanjang Anjungan Pantai Losari, Makassar tepat di Hari Bumi Sedunia, Senin (22/4/2019).

Gerakan ANTIK ini merupakan aksi lanjutan setelah untuk sekian kalinya Aston Makassar Hotel berpartisipasi pada Earth Hour yang dilaksanakan serentak setiap tahunnya.

Melalui aksi ini, pihak manajemen Aston Makassar Hotel bersama sebagian karyawan memungut sampah plastic yang ada di sekitaran Anjungan Pantai Losari mulai pukul 06.30 Wita.

Joko Budi Jaya selaku General Manager yang turun langsung menggerakkan aksi pemungutan sampah plastik ini mengatakan sengaja memilih Anjungan Pantai Losari lantaran masih menjadi destinasi favorit masyarakat.

“Kami pertama memilih area Anjungan Pantai Losari karena merupakan objek wisata dan masih menjadi perhatian pertama saat berkunjung ke Kota Makassar, apalagi sudah hampir kelar Masjid 99 Kubah yang akan menjadi salah satu icon Makassar kedepannya”. Ungkap Joko Budi Jaya.

Sementara itu Marketing Communication Aston Makassar Hotel, Rari Maharani menjelaskan
sudah menerapkan aksi ini di lingkungan hotel.

Lebih lanjut, ia menerangkan dengan mengurangi penggunaan air botol mineral di kamar dan digantikan dengan menggunakan water jug juga pengurangan penggunaan sedotan di seluruh outletnya.

“Sekarang kami sudah menggunakan water jug atau teko di dalam kamar untuk mengurangi sampah plastik mengingat kami adalah salah satu industri pelayanan membuat kami terus melakukan aksi-aksi sosial yang bermanfaat,” paparnya.

Rari menambahkan, selama tahun 2019 telah terkumpul sekitar 768.1 juta botol plastik bahkan lebih sedangkan untuk sedotan dan kemasan plastik bisa lebih banyak lagi dari penggunaan botol plastik.

“Selama ini kita telah hidup 80% dengan menggunakan plastik yang tidak didaur ulang. Plastik diketahui tidak dapat punah hingga 1000 tahun, sehingga dapat meracuni boga bahari (seafood) yang kemudian akan dikonsumsi oleh manusia”. Imbuhnya.

Dampak dari konsumsi tersebut mungkin belum disadari oleh sebagian masyarakat. Namun beberapa sudah tersebar banyak berita yang menayangkan bagaimana makhluk hidup yang berada di laut telah mengkonsumsi sampah plastik dan dapat membunuhnya.

Namun, Rari menyatakan aksi ini masih perlu dikembangkan lebih lanjut dengan mengajak seluruh masyarakat dengan aksi Tolak Plastik, mengganti tas belanjaan dengan totebag, botol dengan tumbler dan mengantongi sedotan besi sebagai alat konsumsi minuman.

“Untuk menjaga kelestarian pariwisata dan kesehatan masyarakat, Gerakan ANTIK akan terus berkembang dan mengajak berbagai kalangan untuk nantinya akan diwarikan juga oleh anak cucu kita karena sampah plastik tak akan punah”. Tutupnya.

Topik berita Terkait:
  1. Ekonomi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca