pelayanan publik

AJI Makassar Kecam Kekerasan Jurnalis di Bandung

Kamis, 02 Mei 2019 09:18 WITA Reporter : Haider
AJI Makassar Kecam Kekerasan Jurnalis di Bandung

MAKASSARMETRO– Kekerasan jurnalis oleh aparat kepolisian kembali terjadi. Ironisnya, terjadi di tengah peringatan May Day dan kampanye penolakan kriminalisasi terhadap jurnalis, Rabu, 1 Mei.

Kali ini menimpa dua jurnalis foto Iqbal Kusumadireza (Rezza) dan Prima Mulia, pada aksi May Day, di Bandung, Jawa Barat.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar pun ikut mengecam tindakan brutal yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian terhadap Iqbal Kusumadireza dan Prima Mulia saat melakukan peliputan.

Ketua AJI Makassar, Nurdin Amir menuturkan, jurnalis dilindungi oleh UU Pers dalam bekerja. Olehya, tak satupun yang boleh menghalang-halangi tugas jurnalis, termasuk aparat.

Ia pun mendesak kapolda Jawa Barat untuk memberikan sanksi tegas kepada oknum anggota Polri yang melalukan kekerasan terhadap jurnalis. Menurutnya, tindakan yang dilakukan sangat tidak berprikemanusiaan dan harus diberikan sanksi tegas.

“Kami meminta kepada seluruh masyarakat untuk menghormati dan tidak menghalang-halagi kerja jurnalis saat melakukan peliputan di lapangan, karena jurnalis dilindungi UU Pers No. 40 tahun 1999. Juga meminta kepada jurnalis, agar selalu patuh terhadap kode etik dan kode perilaku dalam menjalankan tugas di lapangan,” tegas Nurdin.

Sebelumnya, kejadian yang berlangsung pada Rabu siang, 1 Mei, berawal saat Rezza dan Prima yang sedang memantau kondisi pergerakan massa buruh yang akan berkumpul di Gedung Sate, selepas aksi yang dilakukan AJI Bandung pada peringatan Hari Buruh Internasional.

Kemudian, di sekitar Jalan Dipatiukur, Prima dan Rezza melihat ada keributan antara polisi dengan massa yang didominasi berbaju hitam-hitam. Keduanya melihat polisi sedang memukuli massa.

Kondisi tersebut membuat Rezza dan Prima langsung membidikkan kamera ke arah kejadian. Ketika pindah lokasi untuk mengabadikan gambar lain, Rezza tiba-tiba dipiting oleh seorang anggota polisi. Menurut Rezza polisi tersebut dari satuan Tim Prabu Polrestabes Bandung.

Sambil memiting Rezza, polisi tersebut juga membentak dengab pertanyaan “Dari mana kamu?” Rezza menjawab sambil menunjukkan ID Persnya. Bukan melunak, polisi tersebut malah merampas kamera yang dipegang Rezza sambil menginjak lutut dan tulang kering kaki kanannya berkali-kali. Kemudian menghapus sejumlah foto yang berhasil diabadikan Rezza.

“Sebelum kamera diambil, juga sudah ditendang-tendang. Saya mempertahankan kamera saya. Sambil bilang saya jurnalis,” kata Reza.

Akibat kejadian tersebut, Rezza mengalami luka memar pada kaki kanannya. Sedangkan Prima Mulia mengalami hal yang sama. Hanya saja, Prima tidak mendapat kekerasan fisik dari polisi. Prima mengaku disekap oleh tiga orang polisi.Dia diancam dan foto-fotonya dihapus. (*)

Topik berita Terkait:
  1. Danny
  2. Kriminal
  3. Polisi
  4. Politik
Berikan Komentar
Komentar Pembaca