somberena parlementa

KPK Panggil Menteri ESDM Sebagai Saksi Kasus Dirut PLN

Jumat, 10 Mei 2019 18:09 WITA Reporter : Anki
KPK Panggil Menteri ESDM Sebagai Saksi Kasus Dirut PLN

MAKASSARMETRO– KPK memanggil Menteri ESDM, Ignasius Jonan melalui sebuah surat yang diterbitkan pada Senin (13/5). Dia dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Dirut PLN nonaktif Sofyan Basir dan pengusaha Samin Tan.

“Saksi Ignasius Jonan untuk SFB (Sofyan Basir) dan SMT (Samin Tan),” tulis Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah di Laman Humas resmi KPK , Jumat (10/5/2019).

Febri mengatakan KPK telah mengirim surat panggilan tersebut ke alamat Ignasius yang tertera di data administrasi kependudukan. Namun, Febri belum menjelaskan apa saja yang akan didalami dari Jonan.

“KPK telah mengirimkan surat ke rumah saksi sebagaimana tercatat di adminduk, di Brawijaya, kalau terkait kesaksiannya mengenai apa belum banyak yang bisa kami beberkan,” ujarnya.

Sofyan dan Samin Tan dijerat KPK dalam dua kasus yang berbeda. Namun, kasus ini sama-sama berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) terhadap eks Anggota DPR Eni Maulani Saragih dan pengusaha Johannes B Kotjo yang terkait suap PLTU Riau-1.

Untuk Samin Tan, KPK menetapkan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan suap kepada Eni Saragih. Dia diduga memberi suap Rp 5 miliar agar Eni membantu anak perusahaan milik Samin, PT Asmin Kolaindo Tuhup (AKT).

Saat itu Perusahaan tersebut sedang mengalami masalah Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) Generasi 3 di Kalimantan Tengah antara PT AKT dan Kementerian ESDM.

PKP2B PT AKT sebelumnya dihentikan oleh Kementerian ESDM, yang dipimpin Jonan. Penghentian itu dilakukan karena PT AKT dianggap telah melakukan pelanggaran kontrak berat.

Karena penghentian itu, terjadi proses hukum hingga tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA) yang hasilnya menyatakan keputusan Menteri ESDM soal penghentian PKP2B PT AKT tetap berlaku.

Nah, dalam proses menuju pengajuan banding terhadap putusan PTUN tentang terminasi itu, Eni diduga menjanjikan bisa membantu Samin Tan dalam urusan dengan keputusan terminasi oleh Kementerian ESDM. Duit Rp 5 miliar pun diduga diserahkan agar Eni membantu mengurus hal tersebut.

Dari situ, Eni disebut sampai mengancam akan mempermalukan Jonan dalam rapat di DPR. Namun, sebagaimana diketahui, pada akhirnya pemerintah tetap menang hingga putusan terminasi terhadap kerja sama dengan PT AKT berkekuatan hukum tetap lewat putusan kasasi di MA.

Sementara untuk Sofyan, dia ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga membantu Eni mendapatkan suap dari Kotjo terkait proyek PLTU Riau-1. KPK menduga Sofyan dijanjikan jatah yang sama dengan Eni dan Idrus Marham, yang lebih dulu diproses.

KPK menduga Sofyan berperan aktif memerintahkan jajarannya agar kesepakatan dengan Kotjo terkait proyek PLTU Riau-1 segera direalisasi. Sofyan pun disebut ada di berbagai pertemuan di hotel, restoran, kantor PLN, dan rumah Sofyan terkait pembahasan proyek ini.

Topik berita Terkait:
  1. Nasional
Berikan Komentar
Komentar Pembaca