somberena parlementa

Tradisi Lebaran yang Wajib ASN Hindari

Kamis, 06 Juni 2019 12:35 WITA Reporter : Widya
Tradisi Lebaran yang Wajib ASN Hindari

MAKASSARMETRO- Hari Raya Idulfitri dirayakan, Kamis 5 Juni 2019. Ada banyak tradisi dalam merayakan hari lebaran.

Dilansir dari laman Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan reformasi Birokrasi di menpan.go.id, ada beberapa hal yang wajib dihindari bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Tradisi yang wajib dihindari oleh ASN penggunaan kendaraan dinas untuk mudik dan menerima parsel.

Beberapa waktu lalu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin telah memberikan imbauan kepada para pemudik agar tidak menggunakan motor sebagai kendaraan untuk melakukan mudik. Hal ini dikarenakan penggunaan kendaraan roda dua untuk mudik sangat rawan kecelakaan.

Pelarangan pengunaan kendaraan dinas untuk mudik oleh ASN tertuang dalam surat imbauan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam surat itu dijelaskan bahwa kendaraan dinas hanya dipergunakan untuk kedinasan dan tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

Bagi para ASN yang kedapatan menggunakan kendaraan dinas tidak sesuai dengan fungsinya, terlebih digunakaan untuk mudik ke kampung halaman, maka yang bersangkutan akan dikenai sanksi disiplin sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini juga berlaku bagi ASN yang menerima parsel.

Tertuang dalam Surat Edaran KPK dengan nomor B/3956/GTF.00.02/01-13/05/2019 perihal pencegahan gratifikasi terkait hari raya keagamaan, ASN dilarang menerima parsel. Hal ini berkaitan dengan pegawai negeri/penyelenggara negara dilarang menerima gratifikasi dalam bentuk uang, bingkisan atau parsel, fasilitas, dan pemberian lainnya yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.

Dalam hal ini, pemberian parsel dapat diindikasikan sebagai gratifikasi dalam bentuk bingkisan terkait dengan jabatan. Namun, apabila tidak memungkinkan untuk ditolak, ASN yang menerima parsel wajib melaporkan kepada KPK dalam jangka waktu 30 hari kerja sejak tanggal penerimaan parsel.

Penerimaan gratifikasi ini dapat menyebabkan konflik kepentingan, melanggar kode etik, serta memiliki sanksi pidana.

Oleh karenanya, dalam menyambut Hari Raya Idulfitri ini, ASN diharapkan untuk dapat dengan jeli mengetahui mengenai apa-apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Hal ini berkaitan dengan sanksi yang dapat dijatuhkan apabila melanggar tradisi yang tidak diperbolehkan bagi ASN.

Topik berita Terkait:
  1. ASN
  2. Tradisi Lebaran
Berikan Komentar
Komentar Pembaca