somberena parlementa

Ini 4 Strategi Kemenpar untuk Tingkatkan Kunjungan Wisman

Selasa, 11 Juni 2019 21:50 WITA Reporter : Helmy
Ini 4 Strategi Kemenpar untuk Tingkatkan Kunjungan Wisman

JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI bakal menerapkan beberapa strategi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia di tahun 2019.

Sedikitnya terdapat 9 strategi yang telah disiapkan oleh Kemenpar RI. Namun untuk tahap awal, untuk tahun ini pihaknya bersama pelaku bisnis pariwisata akan melakukan 4 strategi yang dinilai mendesak.

“Kemenpar bersama industri pariwisata telah menyiapkan 9 strategi, namun kita akan terapkan 4 strategi utama tersebut untuk meningkatkan kunjungan wisman pada tahun ini,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya saat Halalbihalal di Kantor Kemenpar, Jakarta, Senin (10/6/2019).

Keempat strategi ini antara lain, border tourism, hot deals, tourism hub, dan low cost carrier terminal (LCCT).

Untuk strategi border tourism, kata Menpar Arief Yahya, mengandalkan kekuatan proximity (kedekatan jarak maupun emosional). Strategi ini banyak dilakukan negara-negara di Eropa maupun Asia Tenggara seperti Malaysia.

“Kita fokus pada border tourism untuk menarik wisman dari Singapura dan Malaysia,” ucap Arief Yahya.

Sementara itu untuk program hot deals atau memberikan diskon besar-besaran untuk menjaring kunjungan wisman di saat low seasons pada tahun ini, menurut Arief Yahya, target intern Kemenpar diharapkan akan menghasilkan 2 juta hingga 2,5 juta wisman.

Arief ingin melampaui capaian hot deals tahun lalu mampu menjual 700.000 pax. Kontribusi terbesar dari Kepulauan Riau yang mencapai 20 persen.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, untuk program tourism hub dilakukan melalui Singapura dan Kuala Lumpur, Malaysia.

“Program ini sebagai solusi terhadap direct flight yang sulit dilakukan dan membutuhkan waktu relatif lama,” kata Arief Yahya.

Ia memberikan contoh, untuk menarik kunjungan wisman dari pasar India yang tahun lalu memberikan kontribusi sekitar 600 ribu wisman, dengan direct flight dari Mumbai, India, ke Bali hanya melayani 3 kali perminggu.

Sedangkan penerbangan dari India ke Singapura sebanyak 70 kali perminggu atau 10 kali perhari begitu juga di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Ada jutaan turis India dan Tiongkok yang singgah di Singapura maupun Kuala Lumpur. Melalui travel agent di sana kita mempengaruhi mereka untuk melanjutkan liburan ke Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya.

Sementara itu program yang menentukan dalam mencapai target wisman tahun ini adalah low cost carrier terminal (LCCT).

Kemenpar mencatat kunjungan wisman tahun 2017 lebih dari 55 persen menggunakan full service carrier (FSC) sisanya menggunakan low cost carrier (LCC). Namun, ternyata pertumbuhan FSC rata-rata di bawah 5 persen, sedangkan LCC yang tumbuh rata-rata 21 persen.

“Untuk mendorong kunjungan wisman LCC kita harus memiliki terminal LCC dan program mulai terwujud. Per 1 Mei 2019 yang lalu, Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta resmi menjadi LCCT kita harapkan akan terjadi lonjakan 1 juta wisman,” kata Arief Yahya.

Langkah ini diambil sebab realisasi kunjungan wisman pada bulan April 2019 hanya mencapai angka 1,3 juta. Padahal Kemenpar menarget 1,5 juta wisman per bulan dengan total target 18 juta wisman untuk tahun 2019.

Topik berita Terkait:
  1. Kemenpar RI
Berikan Komentar
Komentar Pembaca