somberena parlementa

Jadi Pemateri di PSBM XIX, Menteri Syafruddin Dorong Periwisata Sulsel Berbasis Teknologi

Senin, 17 Juni 2019 08:32 WITA Reporter : Widya
Jadi Pemateri di PSBM XIX, Menteri Syafruddin Dorong Periwisata Sulsel Berbasis Teknologi

MAKASSARMETRO- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin didaulat menjadi salah satu pemateri dalam Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM), Minggu kemarin.

Dalam pemaparannya, Syafruddin mengatakan Sulsel punya potensi pariwisata yang luar biasa.

Potensi ini menjadi salah satu
kekuatan ekonomi lokal yang dapat mendongkrak devisa negara apabila dikelola dan dikembangkan dengan baik.

Ketua MWA Unhas ini juga mengatakan, industri pariwisata didorong menjadi bagian ­Global Value Chain (GVC). Untuk itu, perlu modernisasi industri yang berbasis kawasan, keragaman bahari yang inklusif, dan menjadi destinasi unggulan dunia.

“Mari bangun potensi pariwisata Sulawesi Selatan sebagai leading sector pembangunan berbasis kearifan lokal, sebagai salah satu kebijakan strategis,” ujar Menteri Syafruddin dikutip menpan.go.id.

PSBM yang dihelat di Wisma Negara ini mengangka tema “Bersinergi Memajukan Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal”.

Menurut Menteri Syafruddin, industri pariwisata yang diadaptasikan dengan teknologi, sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi.

Saudagar Bugis mempunyai modal kuat untuk menghadapi tantangan global dan mengikuti perkembangan zaman. Namun Menteri Syafruddin mengingatkan, kearifan lokal tetap harus dipegang.

“Jiwa entrepreneurship yang bertumpu pada ilmu pengetahuan tapi tetap membumi sesuai kearifan lokal akan memenangkan kompetisi dan pengembangan ekonomi secara lokal dan global,” tuturnya.

Ekonomi menjadi salah satu tolak ukur kekuatan suatu negara. The great nation, dipandang dari kekuatan ekonomi. Persaingan di era digital akan dimenangkan negara yang lebih cepat.

“Berubah, bertransformasi, beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi,” jelasnya.

Pembangunan manusia juga sangat berpengaruh dalam pembangunan sektor wisata.

“Pembangunan manusia, pengembangan wisata, kearifan lokal, dan teknologi, ibarat bejana saling berhubungan satu dengan lainnya,” ujarnya.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah reformasi birokrasi di bidang kelembagaan dan perizinan terus diperbaiki agar semakin simpel dan sederhana sehingga memudahkan pengurusan izin usaha yang berfokus pada wisata, investasi, dan pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Topik berita Terkait:
  1. Ekonomi
  2. Pariwisata
  3. PSBM XIX
  4. Sulsel
Berikan Komentar
Komentar Pembaca