somberena parlementa

Rapat Anggaran Bappeda Makassar Diwarnai Ricuh, Ini Penyebabnya

Selasa, 18 Juni 2019 17:59 WITA Reporter : Anki
Rapat Anggaran Bappeda Makassar Diwarnai Ricuh, Ini Penyebabnya

MAKASSARMETRO – Rapat Anggaran digelar Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar yang di digelar di Ruang Sipakatau, Balaikota Makassar, Selasa (18/6/2019).

Mulanya rapat tersebut berjalan baik saat Kepala Bappeda, Iriani Khadijah memaparkan berbagai landasan atau dasar hukum dalam mengelola, mengawasi, serta menggunakan anggaran.

Kericuhan mulai terjadi saat perwakilan Forum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) tingkat kelurahan mulai diberikan kesempatan untuk menyampaikan beberapa hal terkait penggunaan anggaran ke depan.

Sekretaris Forum LPM se-Kota Makassar, Haeruddin Hafid membeberkan kronologi sehingga kericuhan tersebut dapat terjadi di sebuah forum sakral seperti itu.

Ia menyebut mulanya semua berjalan baik, namun ketika perwakilan LPM berbicara ada beberapa oknum yang mengeluarkan teriakan yang tidak sepantasnya dikeluarkan dalam forum tersebut.

“Sebenarnya tidak ada masalah, kami juga tidak mempermasalahkan adanya pihak yang tidak menginginkan LPM hadir di forum tapi itu sudah aturan, cuman yang jadi masalah ada lurah yang berteriak tidak pantas ketika kami berbicara,” ungkap Haeruddin.

Lebih lanjut ia enggan menyalahkan rekan sesama LPM yang kemudian merespon dengan emosional, sebab mendengar teriakan bernada mengejek seperti itu menurutnya, tidak bisa dimaafkan.

Haeruddin menganggap apa yang dilakukan oleh oknum lurah di forum yang dihadiri oleh para camat se-Kota Makassar, Kepala Inspektorat, dan Kepala Bappeda Makassar.

“Paling tidak kalau tidak bisa menghargai kami, ya tolong hargai forum terlebih di sini ada kepala Inspektorat, kepala Bappeda, serta para camat, sikap lurah seperti itu sangat memalukan, wajar kalau kami emosional menanggapinya,” bebernya.

Terakhir Haeruddin berharap ada sanksi tegas yang diberikan kepada oknum lurah yang menganggap forum rapat anggaran tadi sebuah ajang lelucon.

“Kalau bisa pecat saja itu lurah yang seperti itu, ini akan kami laporkan kepada wali kota, tidak pantas, kami juga tidak diminta dihargai meski kami juga diundang secara resmi, ada kok undangannya, cuman lurah yang berteriak uh uh uh seperti itu sangat tidak santun dan tidak menghargai forum,” imbuhnya.

Sementara Kepala Bappeda Makassar, Iriani Khadijah enggan berkomentar jauh terkait kericuhan saat rapat yang dipimpinnya itu, karena belum mengetahui sebab musababnya.

Topik berita Terkait:
  1. Bappeda Makassar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca