somberena parlementa

Lahan Pramuka Makassar Diserobot OTK

Minggu, 07 Juli 2019 20:22 WITA Reporter : Haider
Lahan Pramuka Makassar Diserobot OTK

MAKASSARMETRO– Lahan kegiatan Pramuka Kota Makassar diserobot oleh orang tak dikenal. Bahkan alat berat berupa buldoser mulai menggarap lahan seluas 9,6 hektare tersebut.

Kwartir Cabang Kota Makassar, Ibrahim Saleh mengatakan, penyerobotan lahan pramuka ini sudah terjadi sejak seminggu lalu, dan sangat mengganggu kegiatan pramuka.

Ia menyayangkan, penyerobotan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab ini tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

“Satu sisi lahan ini adalah lahan fasum fasosnya Pemerintah Kota Makassar yang dimanfaatkan oleh kegiatan kepramukaan. Kalau tidak salah tahun 80-an sudah diserahkan dan kita sudah menggunakan,” ujarnya saat ditemui di Kantor Pramuka, Jln. Salodong, Kelurahan Bulorokeng, Kecamatan Biringkanayya, Minggu (7/7/2019).

Ia menjelaskan, sebelum digunakan lahan seluas 9,6 hektare ini, merupakan tanah dari Pemerintah Kota Makassar. Kemudian pihak pramuka melakukan tukar guling dengan pemerintah provinsi dengan perumahan yang berada di Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

“Kami belum pastikan berapa jumlah hektare yang diserobot tapi yang kelihatan penyerobotan itu hanya menyisihkan lahan di depan Gedung Pramuka. Jadi kami ini bingung sejauh mana kita punya kepemilikan,” lanjutnya.

Meski memiliki surat tanah dan SK kepemilikan dari Pemerintah Kota Makassar, namun terdapat kesalahan dari pihak pramuka sendiri. Dimana lahan tersebut tidak dipagari dan belum sempat disertifikasi.

“Yang menjadi perosalan juga dari BPN mestinya harus melihat dulu sejarahnya lahan baru bikin transaksi. Dan saya kira BPN ini kuat hukum juga karena tidak pernah dimasuki KPK dan hampir semua selesai padahal ini lahan milik negara bukan aparatur sipil negara (ASN),” jelasnya.

Saat ditanya terkait oknum yang menyerobot lahan tersebut, Ibrahim belum mengetahui persis. Ia juga menilai, penyerobotan ini dilakukan tinggal menunggu dirinya turun dari jabatan Sekretaris Daerah Kota Makassar.

“Belum saya tahu persis siapa yang menyerobot yang saya lihat ada alat berat masuk berarti banyak uangnya. Waktu saya masih jadi Sekda Kota Makassar belum ada penyerobotan dan sekarang baru mulai,” imbuhnya.

Ia berharap, Pemerintah Kota Makassar dalam hal ini P. Wali Kota Makassar, M Iqbal Suhaeb melakukan intervensi terhadap lahan yang diserobot tersebut.

“Kita kwarcab tidak punya kekuatan. Kemudian setelah dilakukan pengambilan lahan kembali harus didata ke aset Pemkot dan mudah-mudahan KPK juga mendata lokasi ini,” pungkasnya.

Topik berita Terkait:
  1. Pramuka Makassar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca