somberena parlementa

Pertama dalam Sejarah, Pengeran Arab Saudi Sambut Jemaah Indonesia di Madinah

Senin, 15 Juli 2019 08:46 WITA Reporter : Makassarmetro
Pertama dalam Sejarah, Pengeran Arab Saudi Sambut Jemaah Indonesia di Madinah

MADINAH– Perlakuan istimewa dari Pangeran Faishol Bin Salman Bin Abdulaziz As Saud kepada Jemaah Calon Haji (JCH) Indonesia. Putra Raja Salman itu menyambut jemaah asal Indonesia di Madinah Minggu kemarin.

Penyambutan dari pangeran Arab Saudi itu merupakan bentuk apresiasi kinerja pemerintah Indonesia dalam menyelenggarakan dan melayani jemaah haji.

“Ini kejadian yang sangat istimewa. Pertama kalinya dalam sejarah, jamaah haji Indonesia disambut langsung oleh Pangeran Arab Saudi, putra Raja Salman, yakni Pangeran Faishol Bin Salman Bin Abdulaziz As Saud, yang juga Gubernur Madinah,” kata Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel dikutip kemenag.go.id.

Putra Raja Salman menyambut langsung rombongan jemaah haji Indonesia kloter 11 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 11) di terminal Makkah Route (Jalur Fast Track) Bandara Prince Mohammed Bin Abdul Aziz Madinah.

Dubes Agus Maftuh mengatakan penyambutan Pangeran Faishol Bin Salman Bin Abdulaziz As Saud  didampingi Menteri Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi Muhammad Saleh Benten. Perlakuan tersebut tentunya tidak terlepas dari buah dari hubungan baik kedua negara.

Hal ini, kata dia, menunjukkan betapa dekatnya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Arab Saudi. Pihaknya sering menyebut hubungan kedua negara ini dengan istilah Poros Saunesia, yakni Saudi Arabia dan Indonesia.

“Beliau menyatakan gembira dan bahagia, karena penyelenggaraan haji Indonesia terbilang sangat bagus dibandingkan negara lainnya. Beliau memuji sistem penyelenggaraan haji Indonesia yang mampu memberangkatkan jemaah haji dalam jumlah yang sangat besar, bahkan terbesar di dunia, dan paling rapi,” ujar Agus.

“Jemaah Indonesia akan dijadikan Saudi prototipe model haji masa depan,” ujar Agus.

Di antara bentuk apresiasi Saudi terhadap jemaah Indonesia adalah ditambahnya kuota 10 ribu dan pemberlakuan fast track di bandara Madinah.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca