
MAKASSARMETRO – Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha mengeluarkan keputusan menunda pertandingan final Piala Indonesia Leg kedua antara tuan rumah PSM Makassar melawan Persija Jakarta hingga waktu yang belum ditentukan. Penundaan itu berdasarkan surat nomor 2709/AGB/536/VII-2019 (Jakarta, 28 Juli 2019).

Keputusan itu, puluhan ribu masyarakat yang hadir di Stadion Andi Mattalatta atau Stadion Mattoanging Makassar batas menyaksikan laga final.
Pecinta Sepakbola Indonesia, Bahtiar Baso menyatakan, sikap terhadap Sekjend PSSI diduga ikut serta menyebar berita bohong atau hoaks.
Dalam suratnnya yang menyatakan, kondisi Makassar tidak aman dan tidak kondusif sehingga menjadi dasar ditundanya laga tersebut.
Padahal, sebelumnya TNI dan Polri sudah menjamin keamanan dengan mengerahkan empat kali lipat pengamanan. Keputusan PSSI menunda laga final disimpulkan, PSSI tidak percaya terhadap TNI dan Polri yang seharusnya berwenang menyatakan kondisi aman atau tidak aman bukan PSSI.
“Sekjend PSSI melalui suratnya mengeluarkan keputusan penundaan pertandingan 2 jam sebelum kick off yang tidak sesuai dengan aturan regulasi PSSI sendiri dan dengan dalih yang tidak jelas. Surat yang dikeluarkan PSSI tertanggal di Jakarta padahal Sekjend diwaktu yang bersamaan justru berada di Kota Makassar,” tegasnya.
Ia juga mengaku, bila mana Sekjend PSSI selaku pimpinan PSSI yang juga bertindak selaku operator pelaksana Piala Indonesia tidak bertanggugjawab atas penundaan pertandingan ini.
“Tidak ada satu pun pihak dari PSSI yang hadir di stadion untuk menyampaikan perihal keputusan penundaan, padahal di dalam dan di luar stadion telah berkumpul puluhan ribu masyarakat yang menanti kejelasan laga ini, begitupun dengan masyarakat yang telah menunggu di depan layar kaca TV,” ungkapnya.
Apalagi, lanjut dia, Sekjend PSSI tidak memiliki etikat baik dan tidak menghormati masyarakat pecinta sepak bola khususnya yang berada di Kota Makassar dan Sulsel dengan secara sepihak memutuskan penundaan pertandingan yang sudah jelas.
“Pasti akan sangat merugikan pihak PSM Makassar dan terkesan justru memihak si anak papah Persija Jakarta. Maka dari itu, kami meminta kepada Sekjend PSSI untuk mundur dari jabatanya, karena gagal mengurus sepakbola Indonesia, tidak paham mengurus sepakbola Indonesia. Meminta kepada Presiden Republik Indonesia melalui kementrian Pemuda Olahraga untuk membentuk kepengurusan PSSI sesuai mekanisme yang ada,” tutur Bahtiar Baso.
Kepsek Resmi Dilantik, Wali Kota Makassar Akan Tambah Insentif dan Transportasi untuk Guru Pulau
Selasa, 23 Juni 2026 19:27
Lantik 369 Kepsek, Wali Kota Makassar Tegaskan Larang Praktik Titip-Menitip
Selasa, 23 Juni 2026 19:24
Pemkot Makassar Pasang Papan Penanda, Tegaskan Status Aset Fasum di Perumnas Sudiang
Senin, 22 Juni 2026 14:14
Kecamatan Panakkukang Siapkan Penataan Eks Terminal Toddopuli, Pedagang Diajak Bermusyawarah
Minggu, 21 Juni 2026 14:16
Wali Kota Munafri Ajak Seluruh Elemen Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Tak Boleh Ada yang Terlewat
Jumat, 19 Juni 2026 21:27
Pantau Verifikasi SPMB 2026, Wali Kota Munafri Tegaskan Tak Ada Ruang untuk Titipan dan Calo
Rabu, 17 Juni 2026 22:06
Pemkot Makassar Lantik 47 Kepala Puskesmas Definitif, Perkuat Garda Terdepan Layanan Kesehatan
Rabu, 17 Juni 2026 21:40