somberena parlementa

Kemenpora Sosialisasi Pemuda Anti-tawuran di Makassar

Senin, 05 Agustus 2019 11:42 WITA Reporter : Haider
Kemenpora Sosialisasi Pemuda Anti-tawuran di Makassar

MAKASSARMETRO – Kementrian Pemuda dan Olahraga Repu (Kemenpora) memantau kota Makassar melalui sosialisasi Pemuda Anti-tawuran (Pantaw) di Aula SMK Baji Minasa Kota Makassar, Senin (5/8/2019). 

Pantaw mengangkat tema “Menangkal Isu-isu Pemuda Anti-tawuran Kota Makassar”. Kegiatan ini dihadiri 200 pemuda se-Kota Makassar serta Deputi Pemberdayaan Pemuda, Prof.Dr. Faisal Abdullah,SH., M.Si., DFM, Asisten Deputi Peningkatan IPTEK dan IMTAQ Pemuda, Dr. Ir. Hamka hendra Noer, M.Si, Kepala Bidang Penghayatan dan Pengamalan IMTAQ, Nurhairiah, CH, S.Pd, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Selatan, Sri Endang dan Ketua Lembaga Wira Karya Muda Indonesia Sulawesi Selatan selaku pelaksana teknis pantaw, Saharuddin Tadep. 

Selain Pantaw, pihaknya juga ingin membentuk forum pemuda anti-tawuran untuk mengantisipasi tawuran pemuda di Kota Daeng ini. 

Asisten Deputi peningkatan IPTEK dan IMTAQ Pemuda, Hamka Hendra Noer menjelaskan, persoalan pemuda bukan hanya terjadi di Kota Makassar tetapi juga di daerah lain, hanya saja persoalan pemuda setiap daerah berbeda-beda. 

“Ini menjadi pendidikan pemuda untuk ikut terlibat dalam pembangunan Indonesia. Kita semua ingin agar pemuda tidak lagi terlibat dalam persoalan yang tidak mendidik tetapi pemuda selalu hadir dalam kegiatan-kegiatan yang positif, kata Hamka saat membuka sosialisasi Pantaw tersebut.  

Kepala Dinas Pemerintah Kota Makassar, Sri Endang mengaku sangat mendukung Pantaw. Ia mengatakan, konflik sosial pemuda dan aksi tawuran sering terjadi di Kota Metropolitan bahkan hingga ke pelosok desa.

“Pantaw ini menjadi pemacu laju pembangunan Indonesia khususnya pemuda. Kita berharap bahwa kegiatan seperti terus digaungkan untuk mencegah minimal meminimalisir persoalan pemuda,” kata Sri. 

Sementara Ketua Lembaga Wirakarya  Muda Indonesia selaku pelaksana teknis sosialisasi itu, Saharuddin Tadep mengatakan, kegiatan tersebut sangat dibutuhkan saat ini dengan melihat kondisi Kota Makasaar yang padat pemuda. 

“Perlu memang ada solusi yang tepat untuk menangani persoalan itu. Kita ingin sangat prihatin jika para pemuda Kota Makassar tergiring ke hal-hal yang tidak bermanfaat,” tutur Saharuddin

Ia mengaku, pihaknya akan terus melakukan pendampingan dalam prosea perkembangan pemuda di Kota Makassar.

“Kita berpikir bagaimana pemuda Kota Makassar menjadi agen perubahan. Kita sementara mengkonsep sistem pemberdayaan pemuda di Kota Makassar,” lanjut Sahar sapaan akrabnya. 

Untuk langkah awal, pihaknya mengakomodir sebanyak 200 orang pemuda se-Kota Makassar. Peserta tersebut berasal dari perwakilan seluruh kecamatan. Perwakilan inilah nantinya yang akan menjadi agen pemberdayaan pemuda ke depan. 

Topik berita Terkait:
  1. Kemenpora
  2. Pemuda Anti-tawuran
Berikan Komentar
Komentar Pembaca