somberena parlementa

Guru Besar Indonesia Bahas “Sinergi Membangun Bangsa Melalui Karya Seni Inovatif”

Senin, 05 Agustus 2019 20:29 WITA Reporter : Widya
Guru Besar Indonesia Bahas “Sinergi Membangun Bangsa Melalui Karya Seni Inovatif”

MAKASSARMETRO – Unhas mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah Musyawarah Nasional II dan Seminar Forum Dewan Guru Besar Indonesia (FDGBI).

Kegiatan kali ini mengangkat tema “Sinergi Membangun Bangsa Melalui Karya Seni Inovatif” yang dibuka di Hotel Claro, Makassar, Senin (5/8/2019).

Turut hadir pada acara pembukaan Rektor Unhas Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, Sekretaris Daerah Povinsi Sulawesi Selatan Dr. Abdul Hayat Gani, M.Si, Ketua FDGBI Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D, serta para guru besar dari berbagai Perguruan Tinggi se-Indonesia.

Prof. Dr. Muhammad Akmal Ibrahim, M.Si selaku ketua panitia Kongres FDGBI melaporkan, kegiatan ini diikuti 167 peserta dari 42 PT yang ada di Indonesia.

Dalam sambutannya, ia berharap, kegiatan yang akan berlangsung hingga 7 Agustus 2019 ini dapat membawa dampak positif.

“Selamat datang di Makassar, tentu kami berharap para peserta bisa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Semoga apa yang kita hasilkan di Makassar ini, bisa menjadi rujukan dalam pengambilan keputusan oleh jajaran birokrasi di berbagai level, lokal maupun nasional,” kata Akmal.

Pada kesempatan yang sama, Ketua FDGBI menjelaskan, munas dan seminar ini merupakan forum berpikir untuk saling meningkatkan kerja sama, untuk maju dan sukses bersama.

Mewakili FDGBI, Prof. Kuntjoro mengucapkan terima kasih kepada rektor Unhas atas dukungannya untuk kegiatan ini.

“Pada dasarnya, ada hal-hal yang belum terpikirkan oleh kita, saya pikir ini waktunya untuk bekerja sama, maju bersama, dan bangun bersama. Ini merupakan momentum untuk kita mempersatukan pikiran, ide, maupun gagasan kita untuk ke depannya lebih baik lagi,” jelas jKoentjoro.

Kegiatan ini dibuka Sekda Sulsel Abdul Hayat Gani, mewakili Gubernur Sulsel. Dalam sambutannya, menyatakan kebanggaannya bisa menghadiri kegiatan akademisi bersama para guru besar. Ia juga menjelaskan pentingnya peran guru besar dalam kebijakan suatu birokrasi.

“Ciri khas suatu negara yang berkembang maju adalah adanya peran guru besar dalam memberi masukan terkait kebijakan dalam lingkup birokrasi,” kata Abdul Hayat Gani.

Sementara itu, Rektor Dwia menyambut baik seluruh peserta yang hadir. Guru Besar Ilmu Sosiologi ini berterima kasih atas kepercayaan untuk menjadi tuan rumah kegiatan ini.

“Saya yakin, pertemuan ini akan memberi manfaat konstruktif, apalagi isu yang dibahas berkaitan dengan kepentingan publik secara luas, termasuk di dalamnya mengantisipasi perkembangan era industri 4.0 yang penuh dinamika dan kompleksitas,” papar Dwia.

Adapun agenda kegiatan adalah serah terima jabatan dari kepengurusan lama kepada kepengurusan yang baru.

Acara juga diisi dengan diskusi rencana kerja dimana tahun ini, Ketua FDGBI yang terpilih adalah Prof. Dr. Ir. Mursalim, yang juga merupakan Ketua Dewan Guru Besar Unhas.

Rencana Kerja FDGBI ke depan terkait dengan perkembangan industri 4.0, pemerataan pendidikan, dan permasalahan professorship.

Topik berita Terkait:
  1. Kongres Guru Besar
  2. Pendidikan
  3. Unhas
Berikan Komentar
Komentar Pembaca