somberena parlementa

Menag Lukman Ingatkan PPIH Formula 5-5-3 Jelang Wukuf di Arafah

Rabu, 07 Agustus 2019 08:28 WITA Reporter : Makassarmetro
Menag Lukman Ingatkan PPIH Formula 5-5-3 Jelang Wukuf di Arafah

MAKKAH – Puncak haji wukuf di Arafah sepekan lagi. Pantia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dari tiga daerah kerja di Arab Saudi berkumpul di kota Makkah Al Mukaramah.

PPIH Daerah Kerja Makkah, Madinah dan Bandara berkumpul dalam kegiatan yang bertajuk Malam Konsolidasi di AlZekra AlKhaleda, Ar Rusayfah, Makkah Selasa malam (6/8/2019) Waktu Arab Saudi.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin menitipkan pesan kepada para petugas haji dengan memformulasikannya dalam Rumus 5-5-3.

“Saya ingin mengajak setiap petugas apakah yang bertugas di kloter maupun nonkloter, dan petugas sektor yang ada di daker, yang tidak menyertai jemaah secara terus menerus, agar dapat memahami dengan baik formulasi 5-5-3 ini,” kata Lukman dikutip kemenag.go.id.

Menurut Menag, fase tahapan penyelenggaraan ibadah haji terdiri dari fase pra wukuf, wukuf, dan pascawukuf.

“Fase pra wukuf adalah serangkaian aktivitas sebelum jemaah berada di Arafah, sedangkan wukuf adalah aktivitas di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” tutur Menag Lukman.

Fase terakhir adalah fase pascawukuf yaitu setelah jemaah usai melakukan serangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Fase Pra Wukuf

Ada 5 kegiatan yang harus diperhatikan para petugas haji pada fase pra wukuf. Pertama, petugas harus mencermati dampak kebijakan penghentian distribusi katering menjelang wukuf di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

“Karena kalau tidak dikawal dan dipantau dengan baik, maka akan menimbulkan persoalan,” kata Menag Lukman.

Seperti diketahui bahwa antara tanggal 5, 6, 7 dan 14,15 Dzulhijjah 1440H distribusi katering kepada jemaah akan dihentikan. 

“Maka saya minta petugas sektor yang berada di hotel untuk mencermati dampak dari kebijakan ini. Harus dilaporkan kemudian dicarikan solusinya,” imbau Menag.

Kedua, petugas harus mencermati dampak penghentian bus shalawat. Karena sejak tanggal 06-14 Dzulhijjah bus shalawat akan dihentikan.

“Itu artinya akses jemaah untuk mencapai haram akan mengalami kesulitan,” imbuhnya.

Ketiga, Menag berpesan kepada petugas agar senantiasa memantau kondisi kesehatan jemaah.

“Karena sebelum menuju Arafah pada tanggal 8 Dzulhijjah nanti, ketika ada jemaah yang mengalami gangguan kesehatan yang serius bisa segera dirujuk ke KKHI, sehingga nantinya dapat dikelompokkan ke dalam golongan yang harus disafariwukufkan atau tidak,” papar Menag Lukman.

“Sekarang kita punya dua hari ke depan karena hari Jumat kita sudah mulai bergerak ke Arafah,” tambahnya.

Keempat, petugas harus melakukan sosialisasi secara massif kepada jemaah mengenai apa yang akan dilakukan selama berada di Arafah Mudzalifah dan Mina (Armuzna).

Sedangkan poin kelima sebagai poin pamungkas dalam formulasi 5 pra wukuf, Menag mengimbau petugas agar mengintensifkan bimbingan manasik haji selama di Armuzna.

Fase Wukuf

Ada 5 kegiatan yang perlu dilakukan petugas adalah ketika di Armuzna. Pertama, setiap petugas agar melakukan pengamatan di hotelnya masing-masing.

“Ketika sudah memasuki fase wukuf, pada tanggal 8 Dzulhijjah malam tidak boleh ada satu pun jemaah kita yang masih ada di Makkah, semua harus sudah diberangkatkan ke Arafah. Lakukan penyisiran setiap kloter, setiap sektor tidak boleh ada jemaah yang tertinggal di hotel,” ujar Menag.

Kedua, petugas harus memastikan pada tanggal 9 Dzulhijjah semua jemaah sudah ada di Arafah.

Ketiga, mencermati betul pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah, terlebih Menag mengatakan bahwa bus yang akan mengangkut jemaah jumlahnya sangat terbatas. Hal ini merupakan kebijakan pemerintah Arab Saudi mengingat rute Arafah dan Muzdalifah yang sangat pendek sehingga tidak memungkinkan untuk menurunkan bus dalam jumlah yang banyak.

Keempat, petugas diminta agar mencermati pergerakan jemaah dari Mudzalifah ke Mina, di mana bus yang ada lebih sedikit dari rute Arafah menuju Muzdalifah.

Kelima, Pergerakan jemaah dari Mina kembali ke hotel usai wukuf.

Pasca-Wukuf

Sedangkan 3 kegiatan petugas pada saat pascawukuf yang diformulasikan Menag, yaitu : Pertama, setelah masa wukuf berakhir, setiap petugas harus kembali ke daerah kerjanya masing-masing.

“Yang pos nya di Madinah kembali ke Madinah demikian juga Jeddah (Bandara) kembali ke Bandara untuk mempersiapkan pemulangan jemaah haji ke tanah air,” ujar Menag.

Kedua, petugas harus memastikan kepulangan kloter-kloter pertama ke tanah air.

“Khusus bagi petugas yang ada di Bandara Jeddah harus senantiasa berkoordinasi dengan Daerah Kerja Makkah agar kloter awal dapat kembali ke tanah air dengan lancar,” kata Menag.

Ketiga, memastikan pergerakan jemaah khususnya gelombang 2 dari Makkah ke Madinah.

“Formula 5-5-3 adalah cara kita untuk memudahkan pokok-pokok aktivitas jemaah apa saja yang perlu mendapatkan perhatian serius, agar kualitas pelayanan kita kepada jemaah kita agar senantiasa lebih baik,” pungkas Menag.

Topik berita Terkait:
  1. Arafah
  2. Haji 2019
  3. Wukuf
Berikan Komentar
Komentar Pembaca